Definisi, Ciri, & Contoh Kalimat Induktif

Definisi, Ciri, & Contoh Kalimat Induktif – Apa yang dimaksud dengan kalimat induktif? Kalimat induktif adalah kalimat yang bisa disebut juga dengan kalimat utama pada paragraf induktif. Kalimat induktif ini merupakan kalimat umum yang diletakkan pada akhir paragraf. Meskipun sama-sama merupakan kalimat yang bersifat umum, kalimat deduktif berbeda dengan kalimat induktif.

Perbedaan antara kalimat deduktif dan induktif hanya terletak pada posisi mereka. Jika kalimat deduktif terletak di awal paragraf, maka kalimat induktif terletak pada bagian akhir paragraf.

Meskipun diletakkan di tempat yang berbeda, kalimat deduktif, dan kalimat induktif memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai kalimat utama yang digunakan untuk mengembangkan suatu paragraf.

Perhatikan contoh kalimat berikut ini!

Rumah Budi berdiri di atas lahan sekitar 3 hektar. Selain itu, rumahnya pula dikelilingi oleh kebun-kebun bunga yang cantik dan luas. Bagiian di dalamnya terdapat barang-barang mewah. Bahkan, dia juga memiliki kolam renang yang cukup besar. Oleh karena itu, rumah Budi sangatlah besar dan mewah.

Kalimat induktif pada kalimat di atas pada kalimat terakhir, yaitu:

Baca Juga:  Pengertian, Jenis, & Contoh Paragraf Induktif Lengkap

Oleh karena itu, rumah Budi sangatlah besar dan mewah.

Paragraf di atas diikuti dengan kalimat-kalimat khusus yang merupakan penjabaran dari kalimat induktif itu sendiri. Perhatikanlah strukturnya sebagai berikut ini:

Tanahnya luas (Khusus)
Memiliki kebun (Khusus)
Memiliki barang mewah (Khusus)
Ada kolam renang (Khusus)
Rumah Budi sangat besar dan mewah. (Umum)

Jika kita lihat, frasa-frasa khusus di atas merupakan hasil dari perluasan makna pada kata umumnya. Oleh karena itu, kalimat induktif lebih dikenal dengan sebutan kalimat utama.

Ciri-Ciri Kalimat Induktif

Kalimat induktif hampir memiliki cirri-ciri yang sama dengan kalimat deduktif. Berikut ini adalah cirri-ciri dari kalimat induktif:

1. Kalimat induktif mengandung gagasan utama, sehingga sering disebut juga dengan kalimat utama.
2. Kalimat induktif berdiri sendiri dan tidak memiliki konjungsi sehingga dapat berdiri sendiri.
3. Kalimat induktif bersifat umum sehingga dapat dikembangkan menjadi kalimat-kalimat khusus.
4. Kalimat induktif diletakkan di belakang atau akhir paragraf sehingga disebut juga dengan kesimpulan.
5. Kalimat induktif biasanya diikuti dengan kata-kata oleh karena itu, oleh sebab itu.

Baca Juga:  Pengertian, Ciri, & Contoh Kalimat Penjelas

Contoh-Contoh Kalimat & Paragraf Induktif

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kalimat induktif merupakan kalimat utama pada paragraf induktif, maka mari kita lihat contoh-contoh kalimat induktif di dalam paragraf induktif berikut ini!

Contoh 1

Tempe mengandung protein yang sangat tinggi. Kandungan protein yang tinggi itu membuatnya hampir setara dengan makanan lain yang mengandung protein, seperti daging, dan susu. Meskipun hampir sama, harga tempe lebih murah jika dibandingkan dengan harga daging ayam ataupun susu. Hal itu membuat tempe menjadi makanan pilihan bagi sebagian orang karena harganya yang terjangkau. Oleh karena itu, tempe menjadi makanan bergizi pengganti makanan-makanan mahal.

Kalimat indukti/kalimat utama pada paragraf di atas adalah:
Oleh karena itu, tempe menjadi makanan bergizi pengganti makanan-makanan mahal.

Contoh 2

Manusia tidak bisa hidup sendiri di dunia ini. Mereka selalu memerlukan bantuan orang lain di dalam segala segi kehidupan. Contohnya adalah manusia membutuhkan manusia lainnya untuk keperluan seperti, makan, berpergian, membangun tempat tinggal dan lain-lain. Bahkan ketika mati pun manusia masih membutuhkan uluran tangan manuia lain. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada manusia yang bertahan hidup di dunia sendiri karena pasti mereka akan mati. Oleh karena itu, manusia disebut juga dengan makhluk sosial.

Baca Juga:  9 Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Kalimat indukti/ kalimat utama pada paragraf di atas adalah:
Oleh karena itu, manusia disebut juga dengan makhluk sosial.

Contoh 3

Andi tidak pernah mendengarkan nasehat kedua orang tuanya. Dia selalu saja membangkang. Padahal. Orang tuanya menyuruhnya untuk tidak memakan makanan-makanan yang dijual semabarangan di sekolah. Bahkan dia sangat menyukainya. Tak jarang dia selalu meminta unag dengan menangis jika tidak diperbolehkan membelinya. Dia sama sekali tidak sadar bahwa makanan-makanan tersebut sangat tidak baik bagi kesehatannya. Namun, dia tetap saja memakannya. Oleh sebab itu, Andi sekarang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit.

Kalimat induktif/kalimat utama pada paragraf di atasa adalah:
Oleh sebab itu, Andi sekarang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit.