Definisi, Ciri-ciri, dan Syarat Paragraf yang Baik

Definisi, Ciri-ciri Paragraf, dan Syarat Paragraf yang Baik – Dalam mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia kita mengenal istilah paragraf atau alenia. Pada artikel ini kita akan belajar tentang apa itu paragraf, ciri-ciri paragraf, dan syarat paragraf yang baik.

A. Definisi Paragraf

Alenia atau paragraf adalah bagian dari wacana, teks, atau karangan yang di dalamnya tersusun dari beberapa kalimat yang saling berhubungan satu sama lain sehingga menjadi kesatuan utuh yang membentuk satu gagasan utama. Diantara beberapa kalimat yang tersusun di dalam paragraf, terdapat satu kalimat yang memuat pokok pikiran atau gagasan pokok. Kalimat itu disebut dengan kalimat utama.

B. Ciri-ciri Paragraf

Selanjutnya kita akan belajar tentang apa saja ciri-ciri paragraf. Ciri-ciri paragraf sebagai berikut:

1. Kalimat pertama dalam sebuah paragraf ditandai dengan adanya bagian menjorok dalam (kanan) lima ketukan spasi untuk jenis karangan surat, dan delapan ketukan untuk jenis karangan ilmiah. Contoh :

• Makalah
• Paper
• Skripsi
• Tesis
• Disertasi

2. Di dalam Paragraf terdapat kalimat topik atau kalimat utama yang memuat pokok pikiran atau gagasan utama di dalamnya. Gagasan utama adalah suatu hal yang dibahas atau diungkapkan oleh penulis dalam teks.

Contoh 1:

Lampu emergency adalah solusi praktis dan langsung pakai saat terjadi mati listrik. Dibandingkan jika kita memakai lilin atau lampu minyak, tentu akan lebih beresiko terjadi kebakaran. Selain itu memakai lampu emergency juga bisa menghemat uang kita, mengingat harga bahan pokok lilin yang semakin naik dan juga bahan bakar lampu minyak saat ini sulit untuk dicari. Maka kita membutuhkan alternatif, yaitu lampu emergency.

Pada contoh paragraf terdapat gagasan utama yang terletak pada kalimat pertama.

Baca Juga:  Berbagai Alat Pemuas Kebutuhan dan Macam-Macam Kegunaan Barang

3. Setiap paragraf menggunakan sebuah kalimat topik atau kalimat utama dan selebihnya merupakan kalimat penjelas yang berfungsi menjelaskan, menguraikan, atau menerangkan gagasan utama yang ada dalam kalimat utama. Perhatikan contoh pada uraian 2 ciri-ciri paragraf!

Kalimat utama atau kalimat pokok terdapat pada kalimat yang pertama. “Lampu emergency adalah solusi praktis dan langsung pakai saat terjadi mati listrik” Kalimat ini memuat gagasan utama solusi dan alternatif penerangan ketika mati listrik. Selanjunya diikuti dengan kalimat penjelas yang menjelaskan tentang resiko menggunakan lilin atau lampu minyak dan menerangkan tentang penghematan secara ekonomis jika menggunakan lampu emergency.

4. Dalam satu paragraf terdiri dari satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Setiap kalimat penjelas berisikan spesifikasi dan detail yang memperjelas gagasan utama.

5. Paragraf yang baik adalah paragraf yang berisikan kalimat efektif. Satu paragraf tidak lebih dari 7 kalimat dan tiap kalimat tidak lebih dari 8 kata. Hal ini untuk menghindari pemborosan kata dan ketidakefektifan kalimat.

Baca Juga:  Pengertian Dan Jenis Mobilitas Sosial

C. Syarat Paragraf yang Baik

Paragraf yang baik adalah yang memerhatikan unsur kepaduan, kesatuan, dan kelengkapan paragraf. Berikut penjelasannya:

a. Koherensi (kepaduan) paragraf

Dalam paragraf dikenal istilah koherensi atau kepaduan. Setiap paragraf seharusnya berisikan kumpulan kalimat yang saling berhubungan satu sama lain secara padu, tidak berdiri sendiri dan terlepas satu sama lain.

Contoh 2 :

Globalisasi dapat memberikan efek positif bagi umat manusia, tetapi juga dapat menimbulkan efek negatif. Secara moral globalisasi dapat merupakan bentuk eksploitasi dari negara yang kuat terhadap negara-negara yang lemah. Globalisasi juga dapat menciptakan ketidakseimbangan ekonomi dan merupakan suatu pemborosan terhadap negara dan masyarakat yang dikuasai oleh negara-negara maju yang menguasai teknologi. (Primagama : 2007)

Pada kalimat tersebut terdapat gagasan utama pada kalimat pertama yaitu, “Globalisasi dapat memberikan efek positif bagi umat manusia, tetapi juga dapat menimbulkan efek negatif”. Kalimat yang berikutnya merupakan kalimat penjelas. Dalam paragraf di atas terdapat kepaduan yang saling berhubungan antara kalimat utama dan kalimat penjelas, tidak berdiri sendiri dan terlepas satu sama lain.

b. Kesatuan paragraf

Baca Juga:  Contoh Karangan Bebas Tentang Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia

Syarat berikutnya agar paragraf tersebut disebut sebagai paragraf yang baik adalah adanya kesatuan paragraf. kesatuan paragraf adalah ketika setiap pargaraf hanya mengandung satu gagasan utama yang diwujudkan dalam kalimat utama. Jika dalam sebuah paragraf terdapat lebih dari satu gagasan utama, maka pembahasan dalam gagasan utama pada paragraf tidaklah berfokus pada apa yang ingin disampaikan. Maka kumpulan kalimat tersebut bukanlah sebuah paragraf yang baik.

Perhatikan contoh kalimat uraian (a) pada contoh 2! Pada kalimat tersebut terdapat satu gagasan utama pada kalimat pertama yaitu, “Globalisasi dapat memberikan efek positif bagi umat manusia, tetapi juga dapat menimbulkan efek negatif”. Kalimat yang berikutnya merupakan kalimat penjelas.

c. Kelengkapan Paragraf

Sebuah paragraf dapat dikatakan paragraf yang baik jika terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap di dalamnya. Kalimat penjelas berfungsi untuk menunjang kejelasan gagasan utama yang terdapat dalam kalimat utama. Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi keterangan berupa klasifikasi, spesifikasi, penjelasan, contoh dan lain lain.

Perhatikan contoh kalimat uraian (a) pada contoh 2! Pada kalimat tersebut terdapat satu gagasan utama pada kalimat pertama. Kalimat yang berikutnya merupakan kalimat penjelas yang memiliki fungsi penjelasan.

Sumber:

Panduan Belajar Kelas 12 IPA/IPS 2007, Primagama, Yogyakarta
syarat-syarat paragraf (alinea)
http://ellopedia.blogspot.co.id/2010/09/paragraf.html?m=1