Definisi & 30 Contoh Kalimat Konotasi

Definisi & 30 Contoh Kalimat Konotasi – Kalimat konotasi adalah kalimat yang memiliki makna bukan sebenarnya atau mengandung kata ungkapan. Dalam menginterpretasikan makna kalimat konotasi, kita perlu memahami terlebih dahulu konteks kalimat tersebut. Makna kalimat konotasi bisa bersifat positif dan negatif. Kalimat konotasi dengan kata ungkapan yang positif, contohnya, “rendah hati” yang berarti tidak sombong. Kalimat konotasi dengan kata ungkapan yang negatif, contohnya, “muka dua” yang berarti tidak jujur atau pendiriannya bercabang, juga sering kali diartikan sebagai sifat orang yang baik di depan, bicara buruk di belakang. Kalimat konotasi biasanya sering digunakan dalam puisi, pantun, cerpen, dan sejenisnya karena memberi nilai estetika dalam tulisan.

30 Contoh Kalimat Konotasi

1. Parto adalah merupakan bintang kelas di sekolah (bintang kelas: paling berprestasi di kelas, peringkat 1)
2. Pak guru sering memuji Dono sehingga ia menjadi besar kepala (besar kepala: sombong)
3. Tika tidak patah arang meskipun iabelum menjadi pemenang pertama. (patah arang: putus asa)
4. Robert sudah puasa makan asam garam kehidupan (asam garam: kesulitan hidup)
5. Ambillah keputusan dengan kepala dingin (kepala dingin: pikiran jernih)
6. Fandi adalah pria yang ringan tangan dan baik hati (ringan tangan: suka menolong)
7. Tejo seperti air di atas daun keladi. (air di atas daun keladi: tidak punya pendirian)
8. Anastasya dijuluki si muka tembok. (muka tembok: tidak punya malu)
9. Keira menyebut Riri “kutu buku”. (kutu buku: rajin membaca)
10. Para koruptor sedang duduk di kursi pesakitan (kursi pengadilan)

Baca Juga:  4 Contoh Surat Pengumuman Tidak Resmi


11. Bagi Yeni, Tera sudah seperti musuh di dalam selimut (orang dekat yang berkhianat)
12. Kizi adalah gadis yang tidak tinggi hati meskipun ia punya segudang prestasi. (tinggi hati: sombong)
13. Pipit sangat bersyukur karena ia sekarang berada di kursi empuk di kantornya (kursi empuk: jabatan yang bagus)
14. Faisal hidup sebatang kara di sebah rumah tua ( sebatang kara: sendirian / tanpa keluarga)
15. Perusahan itu habis terbakar si jago merah kemarin malam (si jago merah : Api)
16. Banyak perusahaan ekspor-impor yang gulung tikar (gulung tikar: bangkrut)
17. Wiwid adalah karyawan yang sangat pandai bersilat lidah. (bersilat lidah: pandai berbicara/pandai mencari alasan)
18. Yono dijadikan sapi perah oleh teman-temannya. (sapi perah: dimanfaatkan saja)
19. Satrio berdarah biru. Ia masih memiliki kekerabatan dengan raja Kraton Solo (darah bitu : basawan)
20. Dodit menjadi buah bibir masyakat sejak kemuculannya di ajak Stand Up Comedy Show)(buah bibir: bahan pembicaraan)
21. Toniyem angkat kaki dari rumah lamanya. (Angkat kaki: pindah/keluar)
22. Pesta ulang tahun mewan anak artisitu ternyata hanya kabar angin (kabar angin: isu/tidak pasti kebenarannya)
23. Lee Ja Hee adalah penjahat kelas kakap yang berasal dari desa terpencil. (kelas kakap: hebat/berkuasa)
24. Fifin terkena bujuk rayu akal bulus Santo. (akal bulus: licik/ penipu)
25. Gidewa mengurus pembayaran pajak yang terlambat dengan orang dalam (orang dalam: kerabat atau kenalan yang berwenang )
26. Qiqi adalah kembang desa yang menjadi rebutan para perjaka. (kembang desa: gadis cantik yang banyak disukai pria)
27. Ginong dihukum warga karena ia memiliki kelakuan panjang tangan (panjang tangan: suka mencuri.)
28. Binila terkenal dengan suara emasnya. (suara emas: suara yang indah)
29. Kevin bersikap seperti air tenang menghayutkan. (air tenang menghanyutkan: tenang/ kalem namun bisa membuat siapapun jatuh hati)
30. Prisil makan hati karena kekasihnya jarang memberi kabar. (makan hati: kesal dan marah di simpan dalam hati.)

Baca Juga:  Pembahasan Teori Pembentukan Bumi (Big Bang, Nebula, Kuiper, Tidal, Bintang Kembar)