Contoh Teks Percakapan Bahasa Indonesia 5 Orang Tentang Pendidikan

Contoh Teks Percakapan Bahasa Indonesia 5 Orang Tentang Pendidikan – Percakapan adalah suatu bentuk interaksi komunikasi langsung melalui bahasa lisan antara dua orang atau lebih. Percakapan juga biasa disebut dengan dialog. Berikut contoh percakapan 5 orang tentang pendidikan!

Suatu ketika Pak Hasan, Pak Amir, Bu Indah, Bu Risma, dan Bu Ayu sedang berbincang-bicang di ruang kelas sekolah pada saat pengambilan rapor tentang pendidikan anak-anak mereka setelah lulus SMP nanti.

Pak Hasan : Alhamdulillah, anak saya si Risky dapat rangking 1 dan nilai di ijazahnya juga bagus-bagus. Si Agus bagaimana pak Amir?
Pak Amir : Alhamdulillah, anak saya dapat peringkat 3. Nilai di ijazahnya juga bagus.
Bu Indah : Wah, selamat ya pak Hasan, Pak Amir. Senang sekali rasanya kalau punya anak yang pintar seperti anak bapak-bapak ini.
Pak Amir : Ah, biasa saja bu. Anak ibu juga pintar.
Bu Indah : Pintar Bagaimana Pak? Anak saya tidak mendapat peringkat. Nilainya juga pas-pasan.
Pak Hasan : Wah, apa anak ibu si Minah malas-malasan belajarnya bu?
Bu Indah : hmmm, tidak juga si pak. Minah itu anak yang rajin. Sepulang sekolah ia tidak akan mengerjakan hal lain kecuali mengerjakan PR nya. Jika tidak ada PR, ia akan mengulang kembali pelajaran yang telah disampaikan oleh guru di sekolahnya. Menurut saya dia rajin sekali.
Pak Hasan : Hmmm, kalau Minah begitu rajinnya. Lalu kenapa nilai-nilainya bisa pas-pasan?
Bu Indah : Ya, karena dia itu bodoh Pak.
Pak Amir : Ibu, jangan bicara begitu. Mungkin ada pola belajar yang tidak cocok dengan Minah.
Bu Ayu : Benar itu bu, bisa jadi cara belajar yang selama ini Minah lakukan kurang pas untuknya.
Bu Risma : Benar bu, dulu anak saya belajar mengikuti pola belajar yang dulu pernah saya lakukan. Hasilnya anak saya malah tidak bisa belajar dengan benar. Anak saya mudah mengantuk dan susah sekali memahami pelajaran sekolah.
Bu Indah : Hmmm, jadi bagaimana ya pak? Bu?

Baca Juga:  Percakapan Bahasa Indonesia 3 Orang Tentang Perkenalan dan Sekolah


Pak Hasan : Maaf sebelumnya ibu, saya boleh menanyakan sesuatu?
Bu Indah : Tentu boleh pak, apa itu?
Pak Hasan : Apakah di rumah ibu selalu memaksakan cara belajar ibu kepada Minah?
Bu Indah : Hmmm, sebenarnya saya menyuruhnya untuk menuliskan kembali materi yang telah dipelajarinya di sekolah ke dalam buku lain. Supaya terbiasa dengan materi tersebut pak.
Pak Hasan : apa ibu memaksanya?
Bu Indah : sebenarnya saya agak memaksanya pak.
Pak Hasan : begini bu, cara belajar kita dulu belum tentu cocok dengan anak-anak kita di zaman ini. Pola belajar saat ini sudah berkembang bu. Tidak ada anak yang memiliki karakter yang sama bu. Semuanya berbeda-beda. Nah, cara belajar seharusnya disesuaikan dengan karakter anak tersebut. Mungkin saja Minah tidak cocok dengan cara belajar yang ibu paksakan selama ini.
Bu Indah : begitukah pak?
Bu Risma : begini bu, setidaknya ada 4 tipe belajar anak yakni visual, audio, audio visual, dan kinestetik.
Bu Indah : Wah, apa itu bu? Saya baru dengar.
Bu Risma : Saya jelaskan secara singkat saja yan bu, begini: visual itu berarti anak lebih cocok belajar dengan melihat langsung materi, bisa dengan membaca. Selanjutnya Audio yang berarti anak lebih cocok belajar dengan cara mendengarkan materi, tipe ini bisa menggunakan alat bantu seperti recorder dll. Selanjutnya audio visual, anak belajar dengan menggunakan pendengaran dan penglihatan, tipe ini bisa menggunakan video. Selanjutnya yang terakhir yakni kinestetik, anak bisa dengan mudah belajar jika sambil melakukan hal lain, misalnya sambil mendengarkan musik, sambil berjalan-jalan, atau sambil minum jus. Memang agak lain dari yang kita lakukan dulu, tapi percayalah ini akan memicu potensi anakanak kita.
Pak amir : jadi Bu Indah, materi yang sama belum tentu dapat dicerna dengan mudah oleh anak-anak kita yang memiliki tipe belajar yang berbeda. Apapun trik belajarnya, yang penting anak kita bisa mengerti tentang materi yang dismapaikan oleh guru kan?
Bu Indah : Hmmm begitu ya? Jadi si Minah itu termasuk ke dalam tipe belajar apa ya?
Bu Ayu : nah, mengenai itu coba ibu konsultasikan kepada guru BK yang ada di sekolah. Mudah-mudahan ibu mendapatkan solusi belajar yang baik untuk anak ibu.
Bu Indah : oh begitu ya? Terima kasih bapak-bapak, ibu-ibu sekalian atas masukannya.

Baca Juga:  Pengertian dan Fungsi Hormon Sitokinin, Asam Absisat, & Gas Etilen pada Tumbuhan