Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Banjir

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Banjir – Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisikan klasifikasi tertentu bersifat umum dan objektif tentang sesuatu berdasarkan hasil penelitian lapangan dan lain-lain yang bertujuan melaporkan hasil temuan-temuan di lapangan secara sitematis dan objektif untuk menyelesaikan suatu permasalahan atau menguji hipotesis tertentu. Teks laporan memiliki ciri umum yakni objektif, universal, faktual, dan sitematis. Teks laporan juga bisa dikatakan sebagai teks yang memuat pengelompokan terhadap sesuatu. Struktur teks laporan terdiri atas pernyataan klasifikasi dan aspek yang dilaporkan. Teks ini lebih menekankan pada pengkasifikasian suatu hal sehingga terbagi ke dalam jenis-jenis sesuai dengan konsepnya.

Berikut contoh teks laporan hasil observasi tentang banjir!

Penyebab dan dampak Terjadinya Banjir

Banjir merupakan suatu sebuah keadaan yang terjadi ketika air dalam jumlah besar menggenangi sebagian wilayah daratan dalam waktu tertentu akibat curah hujan yang tinggi dan kerusakan alam. Banjir merupakan sebuah musibah / bencana alam yang sangat merugikan akibat terganggunya sistem lingkungan. Banjir biasanya terjadi di daerah perkotaan yang didominasi oleh jumlah penduduk yang padat. Biasanya tempat-tempat seperti ini merupakan pemukiman padat sepanjang aliran sungai. Banjir terjadi disebabkan oleh berbagai macam faktor yang melatar belakanginya.

Baca Juga:  Pengertian & Contoh Kalimat Homonim Terbaru

Faktor utama penyebab terjadinya banjir ialah karena perbuatan manusia. Kegiatan penebangan pohon secara liar bermotif dan berlatar belakang konsumtif serta keserakahan manusia menyebabkan berkurangnya daerah resapan air hujan. Hal ini menyebabkan terjadinya banjir. Pepohonan yang seharusnya berfungsi untuk menahan air dan menjadi fungsi resapan, menjadi tidak lagi berfungsi dikarenakan tidak adanya pepohonan. Laju air yang tak tertahankan akan menggerus tanah-tanah sehingga mengakibatkan pengikisan terhadap tanah dan menimbun sedimen lumpur di sungai, seehingga air meluap dan terjadi banjir.

Penyebab selanjutnya diakibatkan oleh pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya. Biasanya sampah dibuang di tempat-tempat umum dan sungai. Pembuangan sampah di sungai membuat hambatan yang serius pada aliran sungai dan selanjutnya air sungai meluap dan menyebabkan banjir. Kebiasaan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai adalah membuang segala hasil dari koonsumsi aktivitas sehari-harinya di sungai. Hal ini turut memperparah keadaan. Semula sungai yang memiliki fungsi sebagai daerah aliran air yang mengalirkan air menuju lautan, kini terhambat fungsinya yang membuat air sungai meluap dan mengakibatkan banjir.

Baca Juga:  Contoh Teks Laporan Tentang Kekeringan di Indonesia

Dampak dari terjadinya banjir berupa kerusakan fisik maupun kerugian materi seperti rusaknya perumahan warga, lingkungan menjadi tidak sehat, timbulnya berbagai macam penyakit dan lain-lain. Penyakit-penyakit “musiman” pada saat banjir bisa berupa difteri, diare, gatal-gatal dan sejumlah penyakit kulit lainnya. Tentu hal semacam ini sangat merugikan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meskipun banjir telah menjadi bencana alam musiman yang terjadi setiap tahunnya, serta faktor-faktor terjadinya banjir yang sulit dihilangkan, namun bukan berarti banjir tidak dapat dicegah dan ditanggulangi. Jika banjir telah terjadi maka yang semestinya peratama kali dilakukan yakni penanggulangan. Penanggulangan banjir dapat dilakukan secara bersama-sama dengan cara menyedot air yang menggenangi daratan dengan beberapa fasilitas negara, biasanya menggunakan peralatan pemadam kebakaran. Selanjutnya mengeruk aliran sungai yang telah tersendimentasi pada dasar sungai sehingga air meluap. Jika ini dilakukan, maka fungsi sungai akan kembali normal sehingga dapat mengalirkan air-air yang menggenang di daratan. Tentunya upaya ini tidak dapat terlepas dari tanggung jawab pemerintah serta peran serta warga masyarakat.

Baca Juga:  Penjelasan Unsur Intrinsik Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata

Berikutnya upaya pencegahan terjadinya banjir dapat dilakukan dengan cara pengembalian fungsi hutan sebagai daerah resapan air dan menanam kembali bibit pohon terhadap hutan yang telah rusak (reboisasi). Berikutnya melakukan pembersihan daerah aliran sungai dari sampah-sampah yang menghambat aliran sungai, Jika diperlukan menggunakan alat berat untuk mengeruk sedimen lumpur di dasar sungai. Selanjutnya upaya yang dapat kita lakukan adalah menjaga lingkungan hidup dan tidak membuang sampah sembarangan terutama di sepanjang aliran sungai.