Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Alam Sekitar

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Alam Sekitar – Di bawah ini, ada sebuah contoh teks laporan yang membahas tentang alam sekitar kita. Nah, teks yang akan di bahas merupakan teks laporan tentang keadaan gajah di Propinsi Lampung.

Gajah di Provinsi Lampung

Gajah adalah hewan berbadan besar yang hidut di daratan. Meskipun berbadan besar, namun gajah pandai berenang. Ia bisa menempuh jarak hingga 50km. Gajah adalah hewan yang cerdas. Ia memiliki otak yang besar dan ia memiliki ingatan yang baik sehingga ia tidak lupa apabila diberi perintah atau diajarii sesuatu. Gajah termasuk hewan herbivora.Makanannya seperti rumput, buah, daun-daunan, dan lain-lain. Gajah juga merupakan hewan mammalian yang melahirkan dan menyusui anaknya. Di dunia terdapat sekitar 550 spesies gajah, namun hanya ada dua yang masih ada, yaitu Gajah Asia elephas maximus dan Gajah Afrika loxodonta africana. Ciri khas gajah Asia yaitu memiliki telingan yang lebih kecil daripada gajah Afrika. Ciri khas lain dari gajah adalah ia memiliki gading yang kuat. Bagian tubuh gajah inilah yang sering kali membuat manusia memburunya. Sering kita dengar gajah diburu dan dibunuh lalu diambil gadingnya.

Baca Juga:  Contoh Teks Pidato Tentang Bahaya Merokok di Kalangan Pelajar

Bicara mengenai hewan gajah yang cerdas ini, di provinsi Lampung masih terdapat banyak gajah. Bahkan, hewan bertubuh besar ini dijadikan ikon provinsi tersebut dan banyak orang yang apabila mendengar kata Lampung, langsung akan mengingat gajah pula. Di provinsi Lampung terdapat tempat pelestarian, perlindungan, dan pelatihan hewan gajah yang dikenal dengan Taman Nasional Way Kambas. Tepatnya, taman nasional ini berlokasi di kecamatan Labuhan Ratu Lampung Timur, yang berada di ujung selatan Pulau Sumatera. Jaraknya sekitar 110 km dari pusat Kota Bandar Lampung. Luas lahan Way Kambas sekitar 1.300 km² yang berupa dataran rendah di sekitar kawasan Sungai Way Kambas, pantai timur Lampung.

Taman nasional ini telah didirikan sejak tahun 1985 dan menjadi sekolah gajah pertama di Indonesia. Pusat konservasi gajah ini telah melatih lebih dari 300 ekor gajah yang kemudian disebar ke seluruh penjuru Indonesia. Bahkan, tempat ini juga menampung hewan-hewan lain seperti spesies badak yang terancam punah. Ada juga harimau sumatera, mentok imba, buaya sepit.

Baca Juga:  7 Syarat Kalimat Efektif yang Harus Kamu Ketahui

Kabar menyedihkan dating pada pertengahan September lalu ketika ditemukan seekor gajah mati di daerah Lampung. Gajah yang bernama Yongki itu merupakan bagian dari Elephant Patrol Team di Resort Pemerihan, Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Yongki ditemukan mati pada hari Jumat tanggal 18 September 2015 lalu pukul 07.30 WIB dengan keadaan kedua gadingnya hilang. Lokasi penemuan tubuh gajah yaitu di sekitar 300 meter belakang Pos Resort Pemerihan, SPTN Wilayah II Bengkunat, BPTN Wilayah I Semaka. Kematian gajah Yongki tentunya ada indikasi pembunuhan yang ditandai dengan hilangnya gading dari tubuh gajah tersebut. Hingga kini kasus tersebut dalam penyelidikan. Hasil pemeriksaan terhadap YOngki menunjukkan bahwa tidak ada bekas tembakan dan luka lain. Kondisi Yongki saat itu lidah sangat biru dan terdapat infeksi di usus nya namun tidak berat. Diduga luka dari pencabutan gading secara paksa yang membuat Yongki mati karena gading Yongki yang besar dan panjang itu tercabut habis hingga ujungnya. Diduga pelakunya dalah pemburu liar yang telah merencanakan pembunuhan tersebut dengan rapi sehingga petugas tidak mengetahui kejadian tersebut sampai jasad Yongki ditemukan.

Baca Juga:  Pengertian & 30 Contoh Majas Hiperbola dalam Kalimat

Kabar kematian gajah Yongki ini memunculkan keprihatinan banyak pihak seperti aktivis lingkungan yang berharap bahwa kasus tersebut dapat diungkap dengan sebaik-baiknya. Kejadian tersebut merupakan salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya Gajah sumatera yang menjadi terancam punah. Faktor lainnya adalah kerusakan lingkungan dan habitat gajah. Oleh karena itu, mari kita bersama menjaga kelestarian alam agar fauna dan flora yang ada di dalamnya juga terjaga dan tidak punah sehingga keseimbangan ekosistem di lingkungan kita tetap baik.