Contoh Majas Perulangan dan Penjelasannya

Contoh Majas Perulangan dan Penjelasannya – Majas perulangan merupakan ungkapan gaya bahasa yang menegaskan pernyataan dengan tujuan peningkatan pengaruh dan kesan tertentu terhadap pembaca atau pendengar. Berikut jenis dan penjelasan majas perulangan beserta contohnya!

1. Majas Aliterasi

Majas aliterasi merupakan ungkapan gaya bahasa berupa kata-kata yang memiliki penggalan kata yang sama pada suku kata yang pertama. Contoh :

– Lelaki itu begitu tampan laksana Pangeran padang pasir.

Penjelasan:

Pada deretan kata bergaris miring di atas jika dipenggal suku katanya menjadi : pa-nge-ran, pa-dang, pa-sir. Perhatikan suku kata pertawa di awal kata! Dari ketiga kata tersebut, ketiga-tiganya memiliki kesamaan pada awal suku kata. Hal ini merupakan ciri dari majas aliterasi.

– Lembaga Zakat dan Infaq Sodaqoh itu memiliki jargon “sehari seribu saja” untuk memulai berinfak mulai dari hal yang terkecil.

Penjelasan :

Pada deretan kata bergaris miring di atas jika dipenggal suku katanya menjadi : se-ha-ri, se-ri-bu, sa-ja. Perhatikan suku kata pertawa di awal kata! Dari ketiga kata tersebut, ketiga-tiganya memiliki kesamaan pada awal suku kata. Hal ini merupakan ciri dari majas aliterasi.

2. Majas Pleonasme

Majas pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebih-lebihan dengan tujuan penegasan terhadap suatu arti kata. Contoh :

Baca Juga:  Pengertian Kata Ganti, Macam-Macam, dan Contoh Kalimatnya

– Kami menaiki lift ke atas

Penjelasan:

Kalimat di atas menunjukkan penggunaan kata-kata secara berlebihan pada kalimat “Kami menaiki lift ke atas”. Logikanya jika menaiki lift sudah pasti menuju ke atas, hanya saja kalimat majas ini memang digunakan secara berlebihan untuk mendapatkan kesan tertentu.

– Aku berenang di air yang basah
– Aku meminum air melalui mulut

3. Majas Anataklasis

Majas Anataklasis merupakan ungkapan gaya bahasa yang di dalamnya terdapat pengulangan kata yang sama namun memiliki makna yang berbeda. Contoh :

– Paman selalu membawa buah tangan untuk anak buahnya di kantor.

Penjelasan :

Buah tangan dan anak buah merupakan dua hal yang berbeda. Buah tangan memiliki makna oleh-oleh sedangkan anak buah memiliki makna karyawan atau pegawai.

– Buah hatinya telah menjadi buah bibir di masyarakat desa.

Buah hati dan buah bibir merupakan dua hal yang berbeda. Buah hati memiliki makna anak sedangkan buah bibir memiliki makna pembicaraan atau obrolan.

– Dia seorang penulis yang handal, hasil tulisan buah penanya menjadi buah bibir dan populer di kalangan para sastrawan.

Baca Juga:  Materi Tenses: Simple Past Tense

4. Majas Repetisi

Majas Repetisi merupakan gaya bahasa yang melakukan perulangan kata untuk tujuan penegasan. Contoh:

– Semua yang kulakukan selalu saja salah, semua yang kulakukan selalu saja tak berarti, dan semua yang kulakukan selalu membuatmu marah.

Penjelasan :

Pada kalimat di atas terdapat pengulangan pada penggalan kalimat “semua yang kulakukan selalu saja…”. Hal demikian dimaksudkan untuk penegasan terhadap sesuatu yang ingin disampaikan yakni suatu hal yang tertulis setelah penggalan kalimat “semua yang kulakukan selalu saja…”.

– Kamulah yang ku cinta, kamulah yang kuharapkan, dan kamulah yang ku damba.

Penjelasan :

Pada kalimat di atas terdapat pengulangan pada penggalan kalimat “kamulah yang kucinta…”. Hal demikian dimaksudkan untuk penegasan terhadap sesuatu yang ingin disampaikan yakni suatu hal yang tertulis setelah penggalan kalimat “kamulah yang kucinta…”.

– Kurasakan pahit ini, kurasakan getir ini, dan kurasakan sulit ini bersamamu.

Penjelasan :

Pada kalimat di atas terdapat pengulangan pada penggalan kalimat “kurasakan pahit ini…”. Hal demikian dimaksudkan untuk penegasan terhadap sesuatu yang ingin disampaikan yakni suatu hal yang tertulis setelah penggalan kalimat “kurasakan pahit ini…”.

Baca Juga:  Penjelasan Unsur Ekstrinsik Cerpen (Lengkap)

5. Majas Pararelisme

Majas Pararelisme merupakan ungkapan gaya bahasa yang menyatakan suatu hal dengan menunjukkan sebuah kesejajaran antara dua hal. Contoh :

Sepi

Sepi itu menyakitkan
Sepi itu mengiris hati
Sepi itu hening yang penuh makna
Sepi itu aku

Contoh majas pararelisme dalam kalimat!

– Baik tua maupun muda tetap berkewajiban mengikuti acara tahunan yang diselenggarakan oleh aparat desa.

Penjelasan:

Kalimat majas pararelisme ditunjukkan dalam penggalan kalimat “tua dan muda” yang menyatakan suatu kesamaan tentang kedudukan terhadap sesuatu yakni dalam hal kewajiban untuk mengikuti acara tahunan desa.

– Dalam urusan pekerjaan, ia tak membedakan siang dan malam.

Penjelasan:

Kalimat majas pararelisme ditunjukkan dalam penggalan kalimat “siang dan malam” yang menyatakan suatu kesamaan tentang kedudukan terhadap sesuatu yakni dalam hal urusan pekerjaan.

– Dalam kegiatan ekonomi, peran produsen dan konsumen merupakan seseuatu hal yang sangat vital.

Penjelasan:

Kalimat majas pararelisme ditunjukkan dalam penggalan kalimat “produsen dan konsumen” yang menyatakan suatu kesamaan tentang kedudukan terhadap sesuatu yakni dalam hal peran dalam kegiatan ekonomi.