20 Contoh Majas Pararelisme dan Penjelasannya

20 Contoh Majas Pararelisme dan Penjelasannya – Majas Pararelisme merupakan ungkapan gaya bahasa yang menyatakan suatu hal dengan menunjukkan sebuah kesejajaran antara dua hal. Majas pararelisme termasuk ke dalam jenis majas pertautan yakni suatu jenis ungkapan gaya bahasa yang menyatakan kata-kata yang saling bertautan makna. Majas pararelisme juga bisa digunakan dalam kalimat yang mengalami perulangan, namun tetap menunjukkkan sebuah kesejajaran antara dua hal.

Berikut contoh majas pararelisme dalam puisi!

Ayah

Ayahku yang ku sayang
Ayahku yang ku cintai
Ayahku yang ku hormati
Bagaimana kabarmu ayah?
Apakah engkau sehat-sehat?
Bagaimana keadaan punggungmu yang selalu saja sakit?
Bagaimana keadaan kedua bola mata mu tidak lagi bisa melihat dengan jelas?

Ayah…

Aku tak tahu keadaanmu sekarang
Apakah engkau masih gagah seperti dahulu?
Apakah rambutmu masih hitam seperti dulu?

Mungkin saja…

Perlahan tubuh kuatmu sudah mulai melemah

Mungkin saja…

Perlahan rambut hitammu mulai memutih

Mungkin saja…

Segala yang ada pada dirimu semakin menua

Sedangkan anakmu

Tak mengerti bagaimana caranya membalasmu
Tak kuasa menahan tangis karena ketidakmampuan

Ayah…

Tetaplah tersenyum

Semoga Allah selalu menyayangimu selalu

Aku anakmu

(Yoga Winando)

Baca Juga:  Tahap-Tahap Sosialisasi, dan Agen-Agen Sosialisasi

Kalimat paraelisme memiliki maksud untuk menyatakan suatu kesamaan tentang kedudukan terhadap sesuatu yang memiliki batasan dan jarak karena mempunyai karakteristik yang berbeda. Perhatikan beberapa contoh majas pararelisme dalam kalimat berikut!
1. Orang tua kita sangat menyayangi kita dengan bentuk keramahan dan kemarahannya.

Penjelasan :

Kalimat majas paraelisme ditunjukkan dalam penggalan kalimat “keramahan dan kemarahan” yang menyatakan suatu kesamaan tentang kedudukan terhadap sesuatu. Keramahan dan kemarahan orang tua merupakan suatu bentuk dari kasih sayang orang tua.

2. Hukum tidak memandang bulu, miskin dan kaya tetap sama di mata hukum, meskipun pada kenyataannya tidak demikian.

Penjelasan:
Kalimat majas paraelisme ditunjukkan dalam penggalan kalimat “miskin dan kaya” yang menyatakan suatu kesamaan tentang kedudukan terhadap sesuatu yakni tentang kesamaan di mata hukum meskipun kenyataannya tidak demikian.

Baca Juga:  Contoh Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar Serta Panduan Membuatnya

3. Peraturan yang telah di tetapkan oleh sekolah berlaku untuk siswa laki-laki dan siswa perempuan.

Penjelasan:
Kalimat majas paraelisme ditunjukkan dalam penggalan kalimat “laki-laki dan perempuan” yang menyatakan suatu kesamaan tentang kedudukan terhadap sesuatu yakni tentang kesamaan terhadap peraturan yang telah ditetapkan sekolah.

4. Baik dewasa maupun anak-anak tetap membayar tiket menonton film dengan nominal harga yang sama.
Penjelasan:
Kalimat majas paraelisme ditunjukkan dalam penggalan kalimat “dewasa dan anak-anak” yang menyatakan suatu kesamaan tentang kedudukan terhadap sesuatu yakni dalam hal pembayaran tiket menonton film.

5. Dalam urusan pekerjaan, ia tak membedakan siang dan malam.
6. Dalam kegiatan ekonomi, peran produsen dan konsumen merupakan seseuatu hal yang sangat vital.
7. Tidak ada perbedaan warna kulit dalam penentuan hukum, kulit hitam maupun kulit putih semua sama di mata hukum.
8. Dengan atau tanpa kendaraan, aku akan tetap menuju ke tempat yang jauh itu.
9. Ayah tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dalam keadaan sehat atau sakit sekalipun.
10. Tidak memandang pintar atau bodoh, beasiswa itu diberikan untuk siswa yang kurang mampu.
11. Bagaimanapun caranya ia harus segera ditemukan dalam keadaan hidup atau mati sekalipun.
12. Kegagalan dan kesuksesan merupakan pilhan hidup manusia.
13. Barang original dan barang kualitas no 2 sangat sulit dibedakan dalam hal bentuk dan kualitas.
14. Negara ini sungguh kaya raya akan tetapi penduduknya miskin.
15. Dengan atau tanpa pakaian bagus, ia tetap berwibawa dan tampan.
16. Rakyat menginginkan pemimpin yang jujur, bukan pemimpin yang pendusta.
17. Batagor yang kering lebih disukai dari pada yang basah.
18. Meskipun teman-temannya tidak menyukainya, ia tetap bersikap baik dan berusaha untuk menyukai teman-temannya.
19. Gula merah dan gula putih mempunyai rasa yang manis namun tetap memiliki perbedaan dari segi bentuk dan kegunaan.
20. Baik dalam keadaan sulit ataupun senang, aku harus tetap berjuang.

Baca Juga:  Pengertian Dan Fungsi Jaringan Darah pada Tubuh