Contoh Lembaga Keuangan Bukan Bank dan Fungsinya

Contoh Lembaga Keuangan Bukan Bank dan Fungsinya – Lembaga keuangan bukan bank adalah salah satu jenis lembaga keuagan yang bergerak dalam bidang keuangan denga cara mengumpulkan dana dari masyarakat dan kemudian menyalurkannya kembali kepada masyarakat. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh lembaga keuangan dan fungsi-fungsinya.

A. Asuransi

Asuransi merupakan perjanjian antara dua pihak yang disebut dengan penanggung (perusahaan asuransi) dengan pihak tertanggung (nasabah), dimana pihak tertangung mengaitkan dirinya kepada pihak penanggung dengan membayar premi agar apabila terjadi suatu hal yang merugikan, maka pihak penanggung akan mengganti kerugian tersebut.

Dalam menjalankan usahanya, Perusahaan asuransi mengumpulkan dana melalui penarikan premi kepada nasabah dengan menjanjikan jaminan uang ganti rugi apabila terjadi peristiwa yang merugikan nasabah.

Sebagai lembaga keuangan bukan bank, lembaga asuransi memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai lembaga pelimpahan risiko dan juga sebagai lembaga penyerap dana dari masyarakat. Contoh perusahaan asuransi yang ada di Indonesia adalah Asuransi Bumi Putra, Jiwasraya, Asuransi Sosial Tenaga Kerja, Asuransi Kesehatan Indonesia (Askes), dan Asuransi Kerugian Jasa Raharja.

Baca Juga:  Berbagai Konsekuensi Mobilitas Sosial

B. Koperasi Kredit

Koperasi kredit atau koperasi simpan pinjam adalah lembaga keuangan bukan bank yang menerima simpanan dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya. Anggota yang memerlukan uang dapat dengan mudah meminjam uang dengan syarat yang mudah, bunga ringan, dan tidak memerlukan jaminan.

Tujuan utama dibentuknya koperasi kredit ini adalah untuk membantu anggotanya dan juga memberantas sistem riba. Selain itu, koperasi kredit juga mendorang masyarakat untuk menabung, dan mendidik anggotanya untuk hidup hemat.

Dana atau modal koperasi kredit berasal dari berbagai sumber, diantaranya adalah:

1. Simpanan pokok anggota.

2. Simpanan wajib yang dilakukan secara teratur.

3. simpanan suka rela

4. dana cadangan, dan

5. hibah.

C. Perum Pegadaian

Perum Pegadaian adalah perusahaan umum milik pemerintah yang bertujuan untuk memberikan pinjaman kepada perseorangan atau golongan masyarakat yang ekonomimya lemah. Pinjaman yang diberikan didasari oleh nilai barang yang dijaminakan. Dalam mengabulkan pemrohonan kreditnya, pegadaian tidak pernah memperhatikan untuk apa penggunaan uang tersebut.

Pinjaman yang diberikan oleh perum pegadaian bebas dapat digunakan oleh peminjam baik untuk keperluan modal usaha perdagangan, industri rumah tangga, atau untuk keperluan konsumsi sehari-hari.

Baca Juga:  Contoh Kalimat Sumbang, Ciri, & Pengertian

Calon peminjam dapat menjaminkan barang-barang berharaganya, seperti benda-benda bergerak dan tidak bergerak. Jaminan tersebut kemudian diserahkan untuk dikuasai oleh pemberi kredit tanpa menggunakan akta notaris.

Apabila si peminjam tidak bisa atau terlambat melunasi kreditnya, ia akan didiberi peringatan dan kesempatan selama tiga minggu untuk melunasinya. Namun, apabila dia tetap tidak bisa melunasinya, barang yang dijaminkannya akan dilelang.

D. Lembaga Dana Pensiun

Dana Pensiun adalah jaminan bagi para pegawai di hari tua yang diatur dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1974. Dana pensiun diurusi oleh Lembaga Dana Pensiun, contohnya adalah PT Tabungan Asuransi Pensiun (PT Taspen) dan Perum Asabri.

Tujuan utama dibentuknya Lembaga Dana Pensiun adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai beserta keluarganya di hari tua, melalui asuransi sosial yang telah ditetapkan dalam perundang-undangan. Adapun fungsi dari Lembaga Dana Pensiun adalah sebagai berikut:

1. Lembaga Dana Pensiun berfungsi sebagai tempat untuk menghimpun dana masyarakat yang bersifat jangka panjang.

Baca Juga:  Pengertian Dan Klasifikasi Tumbuhan Paku

2. Lembaga Dana Pensiun berfungsi sebagai tempat untuk memberikan jaminan ketika pensiun bagi anggota pensiun atau peserta program.

Dana pensiun yang dikumpulkan oleh lembagai ini diperoleh melalui hasil pemotongan gaji pegawai setiap bulan ketika masih aktif bekerja, dan kemudian akan dibayarkan kembali setelah mereka pensiun. Dana yang telah terkumpul tersebut akan disalurkan kepada masyarakat melalui cara – cara sebagai berikut.

1. Dipinjamkan kepada badan-badan yang membutuhkan dana.

2. Dibelikan surat – surat berharga yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga pemerintah.

E. Perusahaan Sewa Guna

Perusaaan sewa guna terbentuk karena dilatarbelakangi oleh banyak penjual barang yang menggunakan metode sewa guna (leasing) untuk menarik minat para pembeli.

Sewa guna adaalh metode pembelian suatu barang atau jasa yang dilakukan secara angsuran. Sebelum angsuran tersebut selesai, hak barang yang diperjualbelikan masih dikuasai oleh penjual. Namun, setalah kontrak leasing telah ditandatangani, semua fasilitas dan kegunaan barang tersebut boleh digunakan oleh pembeli.