Contoh Karangan Eksposisi tentang Lingkungan

Contoh Karangan Eksposisi tentang Lingkungan – Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tuntas mengenai apa itu karangan eksposis dan ciri – cirinya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa karangan eksposisi adalah karangan yang mengandung informasi untuk menambah pengetahuan pembacanya.

Nah, artikel kali ini akan menyajikan sebuah contoh karangan eksposisi tentang lingkungan. Karangan ini membahas tentang parameter kerusakan lingkungan perairan. Tanpa berlama – lama lagi, berikut ini adalah sebuah contoh karangan eksposisi tentang lingkungan.

Parameter Kerusakan Lingkungan Perairan

Lingkungan adalah suatu sistem yang komplek dimana ada hubugan timbal balik satu sama lain yang berada di sekitar atau di luar makhluk hidup. Dengan kata lain, lingkungan adalah tempat tinggalnya segala makhluk hidup seperti manusia, tumbuhan, dan hewan. Oleh karena lingkungan merupakan tempat di mana makhluk hidup tinggal, kondisi suatu lingkungan sangat berpengaruh terhadap keadaan makhluk hidup di dalamnya. Apabila suatu lingkungann memiliki kondisi yang baik, maka baik pula kehidupan di dalamnya. Sebaliknya, jika lingkungan tercemar, maka rusak pula kehidupan di dalamnya.

Baca Juga:  Definisi, Ciri, & Contoh Kalimat Tanya (Lengkap)

Lingkungan meliputi lingkungan udara, perairan, darat, dan lain – lain. Semua lingkungan itu sangat penting bagi kehidupan manusia, terutama lingkungan perairan. Hal ini dikarenakan lingkungan perairan, seperti danau, sungai, dan lain – lain merupakan sumber kehidupa manusia. Apabila suatu perairan rusak, maka tidak akan ada kehidupan di sekitarnya.

Untuk mengidentifikasi apakah suatu lingkungan baik atau telah tercemar, ada beberapa parameter yang bisa digunakan untuk mengetahui keadaan suatu lingkungan. Berikut ini adalah parameter – parameter yang dapat menentukan keadaan suatu lingkungan.

Parameter yang pertama adalah parameter kimia. Parameter ini meilihat apakah ada zat – zat kimia yang ada di dalam lingkungan. zat – zat tersebut anatara lain CO2, pH, alkalinitas, fosfor dan zat berat lainnya. Jika suatu lingkungan, misalnya sungai memiliki kandungan kimia yang banyak, maka bisa dikatakan sungai tersebut telah tercemar.

Parameter selanjutnya adalah parameter biokimia. Indikator ini melihat kadar BOD ( biochemical Orxygen Deman), jumlah oksigen di dalam air. Untuk mengukur BOD, caranya adalah dengan mengambil sampel air yang telah diketahui jumlah BODnya, kemudian di simpan selama 5 hari. Jika selama waktu tersebut, jumlah BOD tidak hilang ataupun berkurang sedikit, artinya kandungan BOD di dalam air itu tinggi. Air yang belum tercemar memiliki kandungan oksifen tidak boleh kurang dari 3 ppm.

Baca Juga:  Contoh Karangan Eksposisi tentang Pendidikan Karakter pada Anak Indonesia

Apabila suatu lingkungan memiliki BOD yang tinggi, maka lingkungan tersebut masih baik. Pengujian BOD dilakukan untuk mengukur sejauh mana pencemaran organik di dalam air tersebut. Selain menguji BODnya, untuk mengtahui kondisi suatu air dilihat tingkat keasamannya diukur dengan ,menggunakan kertas lakmus. Air yang normal dan masih alami memiliki kadar pH sekitar 6,5 – 8,5.

Parameter lainnya adalah parameter fisik. Indikasi yang dilihat meliputi warna, temperatur, bau, kejernihan, rasa, dan kandungan bahan radiokatif di dalamnya. Jika suatu lingkungan, khsusunya lingkungan air memiliki indikasi – indikasi yang buruk, seperti warna yang butek, temperature yang tinggi, bau yang tidak sedap, kandungan radio aktif yang sangat banyak, maka air tersebut telah tercemar dan tidak baik bagi makhluk hidup.

Parameter yang terakhir adalah parameter biologi. Parameter ini melihat kondisi di dalam lingkungan meliputi ada atau tidak suatu bahan organk/mikroorganisme di dalamnya, seperti virus, bakteri coli, plankton, dan bentos.

Baca Juga:  Definisi dan Contoh Karangan Eksposisi tentang Lingkungan

Organisme – organisme tersebut dapat mengindikasikan keadaan suatu lingkungan. Apabila suatu air memiliki organisme kecuali bakteri dan virus di dalamnya, maka lingkungan tersebut baik. Sedangkan apa bila organisme yang hidup kebanyakan merupakan bakteri dan virus, maka lingkungan tersebut telah tercemar.

Contohnya adalah jika di dalam sungai itu masih banyak terdapat siput air dan planaria, maka sungai atau perairan tersebut dipastikan masih alami dan belum tercemar.

Berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa lingkungan, khsususnya lingkungan air sangatlah penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, suatu perairan haruslah dalam kondisi yang baik atau tidak tercemar oleh limbah apa pun dan untuk mengetahui apakah perairan itu tercemar atau tidak dapat dilihat dari beberapa parameter seperti parameter kimia, fisik, biokimia, dan biologi.