Contoh Karangan Bebas Tentang Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia

Contoh Karangan Bebas Tentang Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia – Pada artikel lalu kita telah membahas tentang karangan bebas bertema liburan sekolah. Kali ini bahasan kita masih seputar karangan bebas, namun dalam tema yang lain. Kita akan belajar tentang karangan bebas bertema pendidikan secara khusus dalam artikel ini adalah tentang pendidikan karakter. Sebelum kita berlanjut pada contoh karangan bebas tentang pendidikan, terlebih dahulu kita akan mengulas kembali bahasan tentang karangan bebas.

 Karangan bebas adalah sebuah karya tulis yang tidak terdapat aturan khusus yang mengikat dalam penulisannya. Karangan bebas tidak sama seperti karya sastra puisi dan pantun yang terdapat syarat khusus dalam penulisannya. Karangan bebas juga merupakan hasil buah pikiran seorang penulis untuk mengungkapkan ide atau gagasan kepada pembaca. Karangan bebas juga disebut dengan prosa.

Berikut ini merupakan contoh karangan bebas bertema pendidikan!

Islamic Boarding School (Model Pendidikan Karakter Bangsa)

 

Suatu ketika saat saya masih berkuliah di Fakultas pendidikan, saya pernah membaca sebuah artikel yang isinya sangat menarik. Isi artikel tersebut memuat tentang pendidikan karakter. aku terkesan dengan ide tentang sistem ini, beberapa kali saat diskusi perkuliahan berlangsung, aku sering bertanya kepada dosen dan teman-teman yang lain tentang pendidikan karakter. Diskusi kali ini benar-benar menarik untuk dibahas dan sangat cocok bagi kami para calon praktisi pendidikan. Ketika kami mulai menelaah tentang nilai-nilai pendidikan karakter, saya sangat terkejut. Bukan hanya terkesan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, tetapi lebih dari itu. Saya merasa bahwa saya pernah mengenyam sisitem pendidikan ini. Saya pernah belajar pada sebuah instansi yang menggunakan sistem ini, bahkan istansi ini sudah ada jauh sebelum sisitem pendidikan karakter dicetuskan. Instansi yang telah lama menggunakan sistem ini adalah islamic boarding school atau pondok pesantren.

Baca Juga:  Kumpulan Contoh Pantun Talibun (6, 8, dan 10 Baris)

Sejak dulu pesantren hanya dikenal sebagai tempatnya kaum berpeci dan bersarung yang hanya bisa mengaji dan ceramah. Hal semacam ini tidak selamanya benar. Pondok pesantren dewasa ini sudah sangat maju dalam hal perkembangan. Terbukti dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang termuat di dalam sistem pendidikan pada instansi ini. Sebelum lebih jauh menguraikan tentang muatan pendidikan karakter, terlebih dahulu saya akan menjelaskan tentang apa itu pendidikan karakter.

Pendidikan merupakan daya upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia. Pendidikan bertujan untuk menaikkan derajat manusia menjadi lebih tinggi dengan adanya moral, budi pekerti dan karakter yang baik. Dalam pendidikan di Indonesia kita mengenal sebuah sistem yang dianggap secara efektif mampu memperbaiki karakter bangsa. Sebuah sistem yang berlatarbelakang nilai, norma, dan mental ini terintegrasi dalam sebuah wadah yaitu pendidikan karakter. Pendidikan karakter adalah cara untuk berpikir dan berperilaku yang menjadi identitas individu dalam kehidupan agama, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam pendidikan karakter terdapat beberapa jenis aspek yang menjadi komposisi dalam tubuh pendidikan karakter itu sendiri. Menurut Diknas tahun 2011 setidaknya ada 18 nilai-nilai pendidikan karakter yang wajib disisipkan dalam pendidikan Indonesia, diantaranya yaitu Religius, Jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri,demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, mengahargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Dalam kaitannya dengan pendidikan karakter, ternyata pondok pesantren (islamic boarding school) telah lama memakai sistem yang dianggap mampu memeperbaiki karakter anak bangsa. Penulis telah mengklasifikasikan beberapa kegiatan di ponpes (pondok pesantren) yang termuat dalam 18 nilai-nilai pendidikan karakter. Penjabarannya sebagai berikut!

1)Religius, Kita semua mengetahui pada aspek nilai pendidikan karakter yang satu ini pondok pesantren tidak diragukan lagi memilikinya. Dilihat dari kegiatan shalat berjamaah di masjid, shalat rawatib, puasa sunnah, dan lain-lainnya. Semua diatur sedemikian rupa dengan penuh disiplin para santri wajib menaatinya. 2) Jujur, di dalam pondok pesantren selalu diajarkan tentang kejujuran. “jujurlah, walau kejujuran itu membuatmu merasa sakit” begitu yang pernah penulis dengar dari salah satu pengajar di ponpes yang pernah penulis tinggali. 3) toleransi, dalam hal toleransi dituntut untuk mendahulukan saudaranya dalam hal muamalah (urusan keduniaan). 4) disiplin, pondok pesantren dikenal dengan kedisiplinannya yang tinggi, semua di atur dengan sangat rapi dan terjadwal mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. 5) kerja keras, para santri dikenal dengan manusia yang pekerja keras dilihat dari jadwal belajar di sekolah dan di asrama yang begitu padatnya, mereka dituntut untuk mengerjakan semua itu dengan maksimal “batas kemampuanmu adalah ketika engkau tidak lagi bisa bernafas”. Itu adalah salah satu kata mutiara yang disampaikan salah satu kakak kelas penulis. 6) kreatif, Salah satu teman penulis pernah merakit sebuah radio transistor secara diam-diam untuk hiburan kami. Di pondok pesantren kami pada saat itu dilarang keras membawa barang-barang elektronik.

Baca Juga:  Definisi & 3 Contoh Surat Pernyataan Pengunduran Diri

7) mandiri, penulis sendiri pernah mencucikan pakaian anak-anak dari ustadz pengasuh pondok pesantren untuk mendapatkan tambahan uang saku. Banyak diantara teman-teman penulis juga melakukan hal yang sama, namun bentuk kemandiriannya saja yang berbeda. 8) demokratis, dalam pondok pesantren terdapat sebuah organisasi besar yang mengatur semua jalannya peraturan di ponpes. Semua pengurusnya adalah santri senior, ustadz pengasuh hanya bertindak sebagai penasihat. Dalam pemilihan ketua organisasi, kami melakukan musyawarah mufakat dalam bentuk musyawarah besar (mubes). 9) rasa ingin tahu, Penulis dan teman-teman dulu sangat suka membaca buku dan majalah-majalah pengetahuan. Seminggu sekali ponpes menyediakan buku bacaan baru untuk dibaca oleh para santri. 10) semangat kebangsaan, masih ingat masa penjajahan? Yang paling banyak berjuang jihad adalah dari kaum santri dalam mengusir penjajah. Kami juga memperingati hari raya kemerdekaan RI dengan berbagai perlombaan unik seperti sepak bola api, panjat pinang, sepak bola dan lain-lain. 11) cinta tanah air, pada aspek ini penulis rasa tidak jauh berbeda dengan aspek sebelumnya. 12) mengahargai prestasi, diantara para santri banyak yang memiliki prestasi hebat di bidang olah raga dan seni, bukan hanya di bidang agama saja. 13) bersahabat/ komunikatif, kami sudah seperti saudara dan keluarga. Kami saling menyayangi satu sama lain. 14) cinta damai, pondok pesantren kami tidak pernah terdengar santrinya berkelahi atau semacamnya, kenakalan remaja sangat jauh dari kepribadian kami. 15) gemar membaca, kami sangat suka membaca. Membaca apa saja, bahkan kegemaran kami yang satu ini juga difasilitasi oleh ponpes. 16) peduli lingkungan, setiap minggu kami mengadakan acara tanam pohon bersama warga, serta kerja bakti di lingungan. 17) peduli sosial, Pesantren kami sangat peduli terhadap anak yatim dan orang tua. Sebulan sekali kami berkunjung ke panti asuhan dan panti jompo. dan 18) tanggung jawab, dalam aspek ini tidak perlu diragukan lagi. Masing-masing dari para santri adalah pengurus. Kami diberi amanah untuk menjalankan porsi masing-masing dalam penegakan peraturan di ponpes. Insya Allah kami amanah dan tanggung jawab.

Baca Juga:  Contoh dan Penjelasan Majas Sinekdok

Karangan bebas di atas merupakan hasil analisis penulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis selama tinggal di Islamic Boarding School Ma’had Al-Kahfi 2006-2009. Semoga bermanfaat dan selamat belajar!