Contoh Kalimat Tidak Efektif dan Penjelasan Lengkap

Contoh Kalimat Tidak Efektif dan Penjelasan Lengkap – Apakah yang dimaksud dengan kalimat efektif ? Kalimat efektif adalah kalimat yang telah sesuai dengan EYD dan mampu memunculkan kembali gagasan utama ke dalam pikiran sang pembaca atau pendengar kalimat tersebut.

Tentunya kita sudah sangat sering menulis atau menyampaikan suatu kalimat. Namun tahukah Anda bahwa tanpa kita sadari kita sering menggunakan kalimat-kalimat yang salah atau disebut juga kalimat yang tidak efektif.

Berikut ini adalah contoh-contoh kalimat tidak efektif yang secara tidak sadar sering kita ucapkan atau tulis:

Kalimat tidak efektif karena pemborosan kata:

Contoh:

1. Adik dimarahai oleh ibu guru karena memakai sepatu warna kuning di sekolah.
2. Intan naik ke atas tangga setelah dipanggil oleh ibunya.
3. Semua kendaraan mundur ke belakang karena ada mobil pejabat melintas.
4. Aku langsung turun ke bawah setelah mendengar panggilan teman-temanku dari teras.
5. Para mahasiswa-mahasisiwi sedang melakukan aksi mogok di depan kantor gubernur.
6. Anak itu saling pukul-memukul dengan menggunakan bantal.

Kalimat-kalimat di atas tidaklah efektif karena menggunakan beberapa kata yang seharusnya tidak perlu digunakan. Pada kalimat nomor satu tidak perlu lagi memakai kata warna setelah memakai kata kuning. Kalimat nomor dua tidak perlu memakai kata ke atas karena sudah ada kata naik.
Kalimat nomor 3 tidak perlu memakai kata ke belakang karena sudah memakai kata mundur. Kalimat nomor empat tidak perlu menggunakan kata ke bawah setelah kata turun. Kalimat nomor lima tidak perlu menggunakan kata para setelah kata ganti orang jamak.

Baca Juga:  Contoh Teks Pidato Tentang Bahaya Narkoba Singkat

Kalimat nomor 6 tidak perlu menggunakan kata saling setelah ada kata ulang. Seahrusnya kalimat-kalimat di atas ditulis sebagai berikut:

1. Adik dimarahai oleh ibu guru karena memakai sepatu kuning di sekolah.
2. Intan menaiki tangga setelah dipanggil oleh ibunya.
3. Semua kendaraan mundur karena ada mobil pejabat melintas.
4. Aku langsung turun setelah mendengar panggilan teman-temanku dari teras.
5. Mahasiswa-mahasisiwi sedang melakukan aksi mogok di depan kantor gubernur.
6. Anak itu pukul-memukul dengan menggunakan bantal.

Contoh Kalimat tidak efektif karena struktur tidak pararel:

1. Ibu memasak nasi itu dengan digoreng di atas kuali.
2. Ketika aku masih kecil aku diajarai oleh ibuku membaca, menulis dan nyanyi.
3. Dika membantu ibu mencuci, memasak, sapu, dan mengelap kaca.

Kaliamat di atas tidak efektif, kalimat pertama seharusnya menggunakan imbuhan me- daripada di-, kemudian kalimat nomor dua semsetinya juga menggunakan imbuhan me-.

Baca Juga:  Pengertian Dan Klasifikasi Tumbuhan Paku

Kalimat nomor tiga seharusnya juga menggunakan kata kerja, yaitu menyapu, bukannya kata benda, “sapu”. Seharusnya kalimat tersebut ditulis seperti berikut ini:

1. Ibu memasak nasi itu dengan menggorengnya di atas kuali.
2. Ketika aku masih kecil aku diajarai oleh ibuku membaca, menulis dan menyayi.
3. Dika membantu ibu mencuci, memasak, menyapu, dan mengelap kaca.

Kalimat tidak efektif karena tidak ada kesatuan gagasan:

Perhatikan kalimat berikut!

1. Untuk menanggulangi wabah asap ini harus memadamkan titik api yang ada di hutan.

Kalimat tersebut tidak efektif karena tidak adanya kesatuan gagasan dengan struktur kalimatnya. Jika kita perhatikan kalimat di atas subjeknya tidaklah jelas. Seharusnya kalimat tersebut ditulis seperti di bawah ini:

1. Kita harus memadamkan titik api yang ada di hutan untuk menanggulangi wabah asap ini

Contoh Kalimat tidak efektif karena tidak ada penekanan gagasan utama:

1. Harapan kami adalah peristiwa kabut asap ini dapat segera terselesaikan.
2. Dia harus bertanggung jawab atas kerugian itu.
3. Adik turut bahagai mendengar kabar itu.

Baca Juga:  Definisi, Ciri Ciri Pithecanthropus Erectus, dan Jenis-Jenisnya

Kalimat di atas tidak ada penekanan pada gagsan utamanya sehingga terdengar datar. Seharusnya kalimat tersebut adalah:

1. Kami berharap peristiwa kabut ini dapat terselesaiakan segera.
2. Dialah yang harus bertanggung jawab atas kerugian itu.
3. Adik pun turut bahagai mendengar kabar itu.

Contoh Kalimat tidak efektif karena tidak logis:

1. Yang bersangkutan dipersilahkan masuk
2. Waktu dan tempat dipersilahkan.

Kalimat di atas tidak efektif karena tidak logis. Seharusnya kalimat tersebut ditulis seperti berikut ini:

1. Kepada orang yang bersangkutan, saya persilahkan untuk masuk.
2. Kepada Bapak, kami persilahakan untuk naik ke atas podium.

Contoh kalimat tidak efektif karena ambigu:

1. Pegawai baru dimarahi oleh atasan kerena bekerja tidak serius.

Kalimat teresebut tidak efektif karena menimbulkan makna ganda, seharusya kalimat tersebut ditulis seperti ini:

1. Pegawai itu baru saja dimarahi oleh atasan kerena bekerja tidak serius.
atau
2. Pegawai yang baru itu dimarahi oleh atasan karena bekerja tidak serius.