Contoh Kalimat Baku, Pengertian, & Ciri-Ciri (Lengkap)

Contoh Kalimat Baku, Pengertian, & Ciri-Ciri (Lengkap) – Kalimat adalah kumpulan kata yang terangkai dan membentuk satu gagasan utuh di dalamnnnya. Bahasa Indonesia mengenal dua jenis kalimat, yaitu kalimat baku dan kalimat tidak baku. Apakah yang dimaksud dengan kalimat baku? Berikut ini adalah penjelasannya!

Kalimat baku adalah kalimat yang disusun dengan benar berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku dalam penysusunan kalimat dan sesuai dengan EYD. Sedangkan kalimat tidak baku adalah kalimat yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan kalimat dalam EYD.

Penulisan kalimat baku sering digunakan dalam penulisan-penulisan formal atau akademik. Hal ini dikarenakan kalimat baku akan membuat tulisan tersebut terkesan tulisan akademik dan ditulis oleh orang yang berkompeten. Selain itu, kalimat baku juga bisa membuat orang lain mudah dalam membaca dan mengerti apa yang ada dalam tulisan tersebut.

Sedangkan, kalimat tidak baku sering sekali ditemukan dalam surat atau tulisan informal, seperti surat pribadi, catatan, dan lain-lain.

Ciri-Ciri Kalimat Baku

Ketika menulis atau membaca sebuah kalimat, kita sering sekali tidak menyadari kalimat yang kita buat atau baca tersebut adalah kalimat baku atau tidak baku. Untuk mengatasi itu semua, berikut ini adalah ciri-ciri atau indikator yang menunjukan bahwa kalimat tersebut adalah kalimat baku.

Baca Juga:  Definisi & 20 Contoh Kalimat Nominal

1. Kalimat baku menggunakan tanda baca yang benar.
2. Kalimat baku menggunakan ejaan yang benar.
3. Kalimat baku menggunakan struktur bahasa yang tepat.
4. Kalimat baku menggunakan huruf kapital dengan tepat.
5. Kalimat baku bisa menyampaikan gagasannya dengan baik atau tidak ambigu.
6. Kalimat baku tidak menggunakan pemborosan kata.
7. Kalimat baku memiliki kepaduan antara gagasan dan struktur.
8. Kalimat baku memiliki struktur yang pararel.

Contoh-Contoh Kalimat Baku

Nah, berikut ini adalah contoh-contoh kalmat tidak baku dan kalimat bakunya. Contoh ini ditulis berdasarkan ciri-ciri yang ada kalimat baku seperti yang tertulis di atas.

1. Tanda Baca yang Benar

Ibu berkata, “Ibu akan pergi ke pasar besok”. (tidak baku)
Ibu berkata, “Ibu akan pergi ke pasar besok.” (baku)

Agar bisa mendapatkan hadiah Adi berusaha dengan keras. (tidak baku)
Agar bisa mendapatkan hadiah, Adi berusaha dengan keras. (baku)

2. Ejaan yang Tepat

Bimbing aku ke jalan yang lurus ya Rab! (tidak baku)
Bimbinglah aku ke jalan yang lurus ya Rab! (baku)

Baca Juga:  Pembahasan Unsur-Unsur Peta Lengkap

3. Struktur Bahasa yang Tepat

Ibu memberi uang adik. (tidak baku)
Ibu member adik uang. (baku)

Yang berkepentingan masuk. (tidak baku)
Bagi orang yang berkepentingan dipersilahkan masuk. (baku)

Buku itu di tulis oleh Andri dirumahnya sendiri. (tidak baku)
Buku itu ditulis oleh Andri di rumahnya sendiri. (baku)

4. Huruf Kapital yang Tepat

Kemarin aku bertemu dengan Bapak Gubernur di pasar ketika sedang berbelanja. (tidak baku)
Kemarin aku bertemu dengan bapak gubernur di pasar ketika sedang berbelanja. (baku)

Ketika berkunjung ke Pulau Bali, aku membeli buah Jeruk Bali di pasar. (tidak baku)
Ketika berkunjung ke Pulau Bali, aku membeli buah jeruk bali di pasar. (baku)

Mahasiswa sedang melakukan aksi demo untuk menuntut presiden Jokowi di istana negara. (tidak baku)
Mahasiswa sedang melakukan aksi demo untuk menuntut Presiden Jokowi di Istana Negara. (baku)

5. Tidak Ambigu

Pak guru meminta kami untuk membaca buku sejarah baru ke perpus. (tidak baku)
Pak guru meminta kami untuk membaca buku sejarah yang baru ke perpus. (baku)

Pekerja baru menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik. (tidak baku)
Pakerja baru itu menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik. (baku)
Pekerja yang baru itu menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik. (baku)

Baca Juga:  Contoh Pidato Tentang Kejujuran dalam Kehidupan

6. Hemat Kata

Para siswa-siswi melakukan kerja bakti untuk membersihkan sekolah. (tidak baku)
Para siswa-siswi melakukan kerja bakti untuk membersihkan sekolah. (baku)

Kedua anak itu saling maaf-memaafkan setelah dilerai oleh ibu guru. (tidak baku)
Kedua anak itu saling memaafkan setelah dilerai oleh ibu guru. (baku)

Kapten meminta kami untuk maju ke depan, sementara dia mundur ke belakang. (tidak baku)
Kapten meminta kami untuk maju, sementara dia mundur. (baku)

7. Gagasan Padu

Berdasarkan catatan dia anak yang paling nakal di sekolah. (tidak baku)
Dia adalah anak yang paling nakal di sekolah berdasarkan catatan. (baku)

Bagi semua siswa harap mengikuti kegiatan pesantren kilat di sekolah. (tidak baku)
Semua siswa harap mengikuti kegiatan pesantren kilat di sekolah. (baku)

8. Struktur Pararel

Andika membantu Rini kemudian diantarkannya pulang. (tidak baku)
Andika membantu Rini kemudian mengantarkannya pulang. (baku)

Aspek-aspek bahasa yang harus dikuasai adalah membaca, tulis, berbicara, dan mendengar. (tidak baku)
Aspek-aspek bahasa yang harus dikuasai adalah membaca, menulis, berbicara, dan mendengar. (baku)