Cara Membuat Esai dan Contoh Esai Tentang Pendidikan

Cara Membuat Esai dan Contoh Esai Tentang Pendidikan – Bagaimana cara membuat esai? Artikel ini jelas akan membantu Anda tentang tata cara pembuatan esai yang baik serta memberikan contohnya.

Cara Menulis Esai

1. Menentukan Tema/Topik

Apabila tidak ada tema/topik yang ditentukan untuk ditulis, maka kita bisa memilihnya secara bebas. Karena kita bebas memilih, maka akan banyak pilihan bermunculan atau justru tidak ad aide satupun yang uncul karena kita bingung dalam menentukannya sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut, disarankan agar kita memilih tema/topik yang menarik perhatian kita, yang kita sukai, atau yang kita kuasai kuasai dan pahami. Sehingga, kita akan lebih mudah membuat kerangka tulisan karena kita tahu apa saja yang akan kita tulis dalam esai tersebut.

2. Menentukan tujuan tulisan

Hal ini cukup penting untuk diperhatikan agar tulisan kita menjadi lebih terarah dan dan fokus. Apabila kita telah mengetahui tujuan dari menulis esai tersebut tentu akan memudahkan kita dalam membuat argument atau detil informasi yang akan disajikan.

3. Merumuskan masalah dan gagasan

Merumuskan masalah artinya kita menganalisa isu apa yang akan diangkat dalam tema/topic yang akan kita tulis. Merumuskan gagasan artinya kita membuat opinin atau pandangan-pandangan kita tentang isu yang diangkat.

Baca Juga:  5 Cara Membuat Lemon Tea dalam Bahasa Inggris

4. Research (Penelitian)

Agar tulisan Anda meyakinkan pembaca, lakukanlah research dengan mencari data atau fakta yang dapat mendukung opini yang Anda bangun dalam esai. Sumber nya bisa berasal dari media cetak atau elektronik, buku, tinjauan langsung atau observasi, dan lain-lain.

5. Membuat Outline (Kerangka)

Hal ini dilakukan untuk memudahkan Anda menulis esai sehingga esai koheren dan Anda tidak keluar jalur dari topik yang dibahas. Selain itu, kerangka digunakan untuk membuat tulisan menjadi terorganisir dengan menyusun opini dan data ke dalam satu kesatuan.

6. Menulis Essai

Tulislah esai berdasarkan kerangka yang telah dibuat. Ikutilah struktur dalam penulisan esai. Seperti yang kita ketahui bahwa pada umumnya esai terdiri dari pendahuluan, pembahasan, dan penutup/kesimpulan.

7. Mengevaluasi esai yang telah ditulis

Hal ini dilakukan untuk memeriksa apakah esai yang kita tulis sudah baik, yaitu dengan memeriksa apakah ide-ide yang ditulis koheren, apakah diksi yang digunakan tepat, apakah kalimat yang digunakan efektif, dn lain-lain. Hal yang diperiksa berkaitan dengan mekanis dan isi dari esai.

Baca Juga:  Pengertian Sel Darah, Struktur, dan Fungsinya

Contoh Esai Pendidikan

Dampak Perubahan Kurikulum di Indonesia

Seperti yang kita ketahui, perubahan kurikulum pendidikan di tingkat sekolah dasar dan menengah sudah terjadi berkali-kali di Indonesia. Perubahan tersebut dari waktu ke waktu tentunya menimbulkan suatu dampak yang cukup besar. Dapat diibaratkan bahwa kurikulum adalah setir kendali kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang mana guru adalah seorang supirnya. Erat sekali dampak perubahan kurikulum tersebut terhadap performa guru dalam mengajar.

Kegamangan yang dirasakan guru-guru di sekolah terjadi sejak diberlakukannya kurikulum 2013 yang mana terdapat cukup banyak perubahan didalamnya. Kegamangan tersebut semakin diperparah dengan adanya kebijakan pemerintah memberlakukan 2 kurikulum berbeda, yaitu kurikulum 2006 dan 2013. setalah adanya tinjauan bahwa kurikum 2013 dianggap belum benar-benar matang dan guru-guru dianggap belum siap menerapkannya. Tetap diterapkannya kurikulum 2013 yaitu di sekolah-sekolah yang dianggap telah mampu menjalankannya dengan cukup baik.

Kegelisahan yang dirasakan guru-guru tentunya berdampak pada performa mereka dalam mengajar. Kegelisahan tersebut adalah tentang teknik dan metode mengajar apa yang seharusnya guru gunakan di dalam kelas dan bagaimana membuat siswa juga nyaman belajar dengan tuntutan kurikulum yang baru. Ada kalangan guru yang mengeluh bahwa siswa mereka tidak menyukai pembelajaran dengan kurikulum baru yang cenderung melatih siswa untuk menjadi mandiri dalam banyak aspek sedangkan mereka sebelumnya telah terbiasa dengan metode spoonfed yang mana guru banyak memberi penjelasan dan murid menyimak. Kalangan guru-guru yang sudah lanjut usia juga mengalami dampak dari perubahan tersebut dimana kurikulum 2013 membutuhkan keahlian dalam teknologi sedangkan mereka merasa sudah tua untuk belajar tentang teknologi.

Baca Juga:  Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Lingkungan Sekolah

Namun, dibalik kalangan guru yang merasa gelisah dengan adanya pergantian kurikulum tersebut, ada pula kalangan guru yang merasa senang dengan pergantian tersebut. Mereka beranggapan bahwa kurikulum 2013 adalah suatu inovasi yang dapat mengubah perilaku/sikap siswa menjadi lebih baik. Sehingga, siswa menjadi anak yang cerdas dan baik budipekertinya.

Baik dampak negatif, maupun positif, hal ini tentu dapat menjadi refleksi diri bagi kalangan guru tentang performa mengajar mereka didalam kelas. Hal ini juga menjadi pelajaran bagi pihak pemerintah untuk mangkaji secara lebih detil dalam penerapan kurikulum sehingga dampak-dampak perubahan tersebut dapat lebih diminimalisir dan dengan mudah pula menentukan jalan keluarnya.