Bagian – Bagian Organ Reproduksi Pria Dan Fungsinya (Lengkap)

Bagian – Bagian Organ Reproduksi Pria Dan Fungsinya (Lengkap) – Kemampuan reproduksi dimiliki oleh setiap organisme untuk mempertahankan jenis (keturunannya). Setiap organisme menempuh cara reproduksi yang sangat beragam. Hewan tingkat tinggi menempuh reproduksi melalui perkawinan, yaitu reproduksi yng melibatkan gamet jantan dan gamet betina. Hewan tingkat tinggi seperti manusia, merupakan organisme gonochoris yaitu dalam satu individu terdapat satu alat kelamin.

Oleh karena itu, organ reproduksi jantan dan betina terpisah. Pada awal masa pembentukan organ genital (kelamin), belum ada determinasi s*x. Namun saat embrio berumur sekitar 18 minggu, sel – sel genital ini mulai aktif membentuk organ genital. Pria memiliki organ reproduksi yang didesain untuk menghasilkan sperma, sementara wanita menghasilkan ovum. Pada artikel berikut ini akan dikupas mengenai organ reproduksi pria beserta fungsinya.

Bagian – Bagian Organ Reproduksi Pria Dan Fungsinya

Organ – organ reproduksi berkembang dari sel – sel kantong yolk pada lapisan endoderm. Pembentukan organ reproduksi mulai saat emberio berusia 18 minggu. Laki – laki dan hewan jantan lainnya, menghasilkan sperma saat usia pubertas. Kontrol hormon mengendalikan proses ini. Berbeda dengan wanita (betina), tak ada batasan usia pada laki – laki untuk menghasilkan sperma. Adapun organ reproduksi pada laki – laki, dibedakan menjadi dua bagian:

1. Organ reproduksi luar

a. Penis merupakan alat kopulasi pada laki – laki untuk memasukkan sperma dan semen ke dalam tubuh wanita. P*nis tersusun atas jaringan erektil yang menyerupai spons yang merupakan pembuluh darah yang termodifikasi. Ketika sedang bergairah, darah akan mengalir dan memenuhi ke jaringan ini sehingga membuat p*nis berereksi. Selain itu, penis disusun oleh jaringan otot, saraf dan kulit. Pada kepala p*nis (glans p*nis) ditutupi oleh selaput kulit tipis preputium yang sangat sensitif dan mudah terangsang. Selaput ini akan dibuang pada proses sunat / khitan.

Baca Juga:  Keterkaitan Metabolisme Karbohidrat, Lemak, dan Protein

b. Scrotum adalah buah zakar atau testes. Scrotum melindungi testes dengan menyediakan suhu yang optimum bagi testes untuk membuat sperma. Saat suhu tubuh panas maka scrotum akan semakin mengendur dan menyebabkan testes turun. Sementara, jika sebaliknya, suhu lingkungan terlau dingin maka scrotum akan mengkerut upaya agar testes tetap hangat. Dalam membuat sperma diperlukan suhu 2 derajat lebih rendah dibanding suhu tubuh.

2. Organ reproduksi dalam

a. Sepasang testis (testes) merupakan gonad pada pria. Di dalam testes terdapat saluran panjang, kecil, dan berkelok – kelok, disebut tubulus seminiferus yang merupakan tempat pembentukan sperma (spermatogenesis). Selain itu, testes juga menghasilkan hormon kelamin lelaki “testosteron” yang mengendalikan dan mengontrol ciri seks primer ataupun sekunder pada lelaki. Di dalam tubulus seminiferus terdapat sel – sel sertoli yang berfungsi menutrisi sel – sel sperma dalam proses pembentukannya menjadi sel sperma. sementara itu, di antara tubulus seminiferus terdapat sel – sel Leydig yang menghasilkan hormon testosteron dan androgen lainnya.

b. Epididimis merupakan saluran yang keluar dari testes. Panjang eididimis ialah sekitar 6 meter. Epididimis memiliki bentuk berkelok – kelok saling menumpuk sehingga tampak pendek. Epididimis memainkan peranan penting dalam spermatogenesis. Sprema yang telah diuat di dalam testis kemudian akan dikeluarkan masuk ke dalam epididimis untuk proses pematangan (spermiogenesis). Sel- sel sperma berekor merupakan hasil dari proses di dalam epididimis. Diperlukan waktu selama 20 hari bagi sperma untuk melewati saluran yang panjang ini.

Baca Juga:  Pengertian Pencemaran Air, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi

c. Vas deferens atau saluran sperma merupakan saluran yang menghubungkan sperma dengan kelenjar kelamin. sel sperma yang telah matang dari epididimis akan dikeluarkan melalui saluran ini.

d. Kelenjar kelamin menghasilkan cairan semen (cairan mani) yang penting bagi sperma dalam pergerakannya didalam saluran reproduksi betina. Kelenjar kelamin pada pria ada tiga macam:

1) Vesikula Seminalis merupakan kelenjar pertama yang dilalui sperma. Kelenjar ini adalah muara dari saluran vas deferens yang terletak di belakang kantung kemih. Vesikula seminalis menghasilkan cairan berwarna kekuningan yang kaya akan nutrisi bagi sperma serta bersifat alkali (basa) yang berfungsi melindungi sperma dari lendir asam yang dikeluarkan organ reproduksi wanita.

2) Kelenjar Prostat berada tepat di bawah kandung kemih. merupakan kelenjar kelamin yang paling besar. kelenjar prostat menghasilkan cairan putih mengandung garam mineral, kolesterol, dan fosfolopid yang penting bagi kelangsungan hidup sperm di dalam organ reproduksi wanita.

3) Kelenjar Cowper / Bulbouretalis merupakan kelenjar yang paling kecil. Terletak dekat dengan saluran uretra. Kelenjar ini menghasilkan cairan tak berwana yang bersifat basa berfungsi untuk menetralkan saluran uretra dari urin.

e. Saluran urethra yaitu saluran yang menghubungkan sperma ke luar tubuh. Pada laki – laki saluran reproduksi dan saluran urin bercampur menjadi satu, namun terdapat pengaturan ketika mengeluarkan sperma maka pintu urin tertutup, dan sebaliknya.

SPERMATOGENESIS

Adalah proses pembentukan sperma yang berlangsung di dalam sepasang testis. proses ini memerlukan waktu sekitar 64 hari dan sangat dipengaruhi oleh hormon:

Baca Juga:  Contoh Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar Serta Panduan Membuatnya

1. FSH (folicle stimulating hormone) yang disekresikan oleh kelenjar pituitary anterior berfungsi merangsang sel – sel sertoli dalam tubulus seminiferus untuk memulai spermatogenesis.
2. LH (Luteneizing hormone) sama dengan FSH, hormon ini disekresi oleh pituitari anterior. Hormon ini mempengaruhi sel Leydig untuk menghasilkan hormon androgen (testosteron).
3. Testosteron yang dihasilkan oleh tiap tiap testis dirangsang oleh hormon dari pituitary (FSH dan LH). Hormon ini berfungsi untuk merangsang pembentukan sperma dan memunculkan ciri seks sekunder pria. Kadar testosteron yang tinggi di dalam testis menjadi umpan balik bagi kinerja FSH dan LH.

Tahapan – tahapan pembentukan sperma dalam testis:

a. Spermatogonium bermitosis. sel induk sperma diploid (spermatogonium – 2n) membelah secara mitosis menghasilkan spermatid primer (2n).
b. Spermatid primer – meisosis pertama. spermatid memasuki pembelahan meiosis pertama menghasilkan dua sel spermatid sekunder (2n).
c. Spermatid sekunder – meiosis lanjutan. menyelesaikan pembelahan sebelumnya, dua spermatid sekunder bermeiosis sekunder menghasilkan empat spermatid (n).
d. Spermatid – migrasi ke epididimis. spermatid akan bermigrasi ke epididimis untuk pematangan sperma dalam proses spermiogenesis.
e. Sperma merupakan sel yang terbentuk setelah dari epididimis. Sel sperma memiliki bentuk yang sangat berbeda dari yang sebelumnya. Perubahan bentuk ini di adaptasikan untuk sel yanng aktif dapat bergerak. Dengan demikian spermatid diubah menjadi sperma dengan perubahan antara lain:

– Memiliki ekor
– Pengurangan wilayah sitoplasma
– Mitokondria yang besar pada daerah leher
– Kepala sperma yang dilengkapi dengan enzim akrosom pada ujungnya untuk memecah pelindung telur.