Alat – Alat Ekskresi pada Manusia dan Fungsinya

Alat – Alat Ekskresi pada Manusia dan Fungsinya – Ekskresi adalah suatu proses mengeluarkan zat sisa metabolisme dari dalam tubuh. Ekskresi berbeda dengan sekresi yang merupakan pengeluaran senyawa yang masih dibutuhkan. Kemampuan pengeluaran sisa metabolisme pada makhluk hidup sangat penting, mengingat senyawa sisa ini sangat beracun bagi tubuh organisme tak terkecuali pada manusia. Setiap organisme memiliki zat buangan yanng khas, sesuai dengan jenis metabolisme yang dilakukan. Hewan vertebrata dan manusia, umumnya memiliki kemiripan dalam kemampuan ini. Buangan metabolit berupa gas, urea, garam mineral akan dibuang melalui alat – alat yang berbeda. organ ekskresi pada manusia ialah:

A. Kulit

Kulit merupakan organ paling luas pada tubuh manusia. Selain sebagai organ ekskresi, kulit juga berperan sebagai indera peraba. Kulit manusia tersusun atas tiga lapisan utama:

1. Epidermis, merupakan lapisan paling terluar. Sel – sel pada lapisan ini tersusun rapat. Lapisan ini tersusun atas beberapa lapisan sel, yang masing – msig menjalankan fungsi perlindungan. Lapisan tersebut tersusun atas:

– Korneum, yaitu lapisan kulit terluar yang tersusun atas sel kulit mati yang akan mengelupas secara berkala.
– Lusidum merupakan lapisan di bawah korneum yang akan menggantikan korneum setelah mengelupas.
– Granulosum lapisan dimana sel – sel dalm lapisan ini akan mengalami pigmentasi. Sel – sel lapisan ini akan menggantikan lapisan lusidum yang menggantikan korneum.
– Germinativum merupakan membran basal yang berfungsi membentuk sel – sel baru guna regenerasi sel epidermis yang kian mengelupas secara berkala.

Baca Juga:  Fungsi Akar dan Jaringan Penyusun Akar Tumbuhan

2. Dermis merupakan lapisan yang kaya akan pembuluh darah, saraf, dan kelenjar. Di dalam dermis juga terdapat folikel rambut yang dilengkapi dengan kelenjar minyak. Selain itu, di dalam dermis juga terdapat kelenjar keringat yan berfungsi mengeluarkan kelebihan garam mineral.

3. Hipodermis merupakan lapisan yang menyimpan jaringan lemak. Kelebihan lemak akan disimpan dalam lapisan ini.
Fungsi kulit dalam ekskresi ialah mengeluarkan kelebihan garam mineral dalam bentuk keringat. Selain itu, kulit pada manusia juga berfungsi sebagai:

1. Isolator panas
2. Indera peraba
3. Pelindung dari sinar uv atau kerusakan mekanis
4. Tempat pembentukan vitamin D

B. Hati

Hati merupakan organ penting pada manusia. Organ ini merupakan filter pertama terhadap senyawa yang masuk sebelum diedarkan ke seluruh tubuh. Sebagai organ ekskresi organ ini berperan membuang racun dalam bentuk urea yang merupakan hasil perombakan protein. Urea yang telah terbentuk ini kemudian akan dikeluarkan melalui ginjal. Selain itu, hari juga mengeluarkan cairan empedu yang merupakan hasil perombakan sel darah merah yang telah tua. Adapun fungsi lain dari organ hati ialah:

1. Mengubah kelebihan glukosa menjadi gula cadangan dalam bentuk glikogen
2. Merombak protein menjadi glukosa
3. Menetralkan racun
4. Mengubah ammoniak menjadi urea
5. Merombak sel darah merah yang tua
6. Mengeluarkan zat hasil perombakan sel darah merah dalam bentuk bilirubin dan biliverdin yang disimpan dalam kantung empedu
7. Pembentukan provitamin a

Baca Juga:  Pengertian, Ciri, & Contoh Kalimat Berita Positif

C. Paru – Paru

Paru – paru terletak di dalam rongga dada, selain sebagai organ ekskresi, paru – paru juga berfungsi sebagai organ respirasi. Fungsi paru – paru sebagai organ respirasi ialah tempat pertukaran gas. Sementara sebagai organ ekskresi, paru – paru berfungsi sebagai tempat pengeluaran gas berupa karbondioksida dan uap air yang merupakan hasil reaksi respirasi seluler di dalam tubuh.

D. Ginjal

Ginjal terkenal dengan sebutan pabrik pembuatan urin. organ ini berfungsi mengeluarka senyawa sisa – sisa metabolisme yang terlaruk dalam air, seperti urea atau garam tertentu. ginjal manusia terletak di punggung pinggang. manusia memiliki sepasang ginjal yang di dalamnya terdapat jutaan unit penyaring darah yang disebut dengan nefron. sebelumnya kita paparkan terlebih dahulu bagian – bagian ginjal:

1. korteks atau kulit ginjal, merupakan daerah yang banyak mengandung bagian – bagian nefron.
2. medula atau sumsum ginjal, daerah bagian tengah. sedikit mengandung bagian nefron.
3. pelvis atau rongga ginjal, merupakan daerah pengumpul urin yang telah terbentuk untuk selanjutnya disalurkan ke luar ginjal.

Ginjal berfungsi dalam penyaringan darah, mengeluarkan senyawa beracun dalam tubuh dalam bentuk urin. fungsi kompleks ini terjadi di dalam ginjal melalui unit penyaringan darah yang disebut dengan nefron. nefron merupakan unit pada ginjal dilengkapi dengan struktur yang kompleks untuk proses pembuatan ginjal. adapun bagian – bagian dan tahapan pembentukan urin di dalam nefron ginjal ialah sebagai berikut:

Baca Juga:  Pengertian Sel Darah, Struktur, dan Fungsinya

1. Glomerulus – Filtrasi

Glomerulus merupakan kapiler yang masuk ke dalam nefron. senyawa – senyawa mikro dalam pembuluh kapiler ini akan tersaring masuk ke dalam kapsula bowmann menjadi urine primer. satuan glomerulus dan kapsula bowmann ini disebut dengan badan malpighi. urine primer masih mengandung senyawa – senyawa penting bagi tubuh seperti, glukosa, asam amino, mineral tertentu dan lain – lain.

2. Tubulus Proximal – Reabsorpsi

Tahapan selanjutnya yaitu reabsoprsi yakni penyerapan kembali senyawa yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Peroses ini terjadi di dalam tubulus proximal yaitu saluran yang keluar dari kapsua bowmann. Senyawa – senyawa seperti glukosa; asam amino; dan lainnya akan diserap pada bagian ini. Namun pada penderita diabetes melitus, kadar glukosa dalam darahnya cukp tinggi sehingga gluka yang tersaring dalam urine primer tidak akan diserap kembali dan ikut dibuang bersama senyawa tak dibutuhkan lainnya. Dari saluran proximal akan didapati saluran menurun dan menaik yang disebut lengkung henle, dalam saluran ini masih terjadi reabsorpsi mineral. Hasil dari reabsorpsi disebut urine sekunder.

3. Tubulus Distal – Augmentasi

Augmentasi ialah proses penambahan senyawa tertentu seperti zat warna urobilin, serta mineral tertentu. Selain itu dalam augmentasi terjadi penyerapan air yang dirangsang oleh hormon ADH. Augmentasi berlangsung di dalam tubulus distal yang merupakan saluran setelah lengkung henle. Augmentasi menghasilkan urine sesungguhnya yang siap untuk dikeluarkan.