7 Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis – Fotosintesis dikenal sebagai reaksi pembentukan makanan. Melalui fotosintesis yang dilakukan oleh organisme autotrof, energi dari matahari mengalir pada semua komponen organisme dalam suatu ekosistem melalui rantai makanan. Fotosintesis tergolong ke dalam anabolisme yaitu kelompok metabolisme pembentukan senyawa kompleks dari senyawa yang lebih sederhana. Kemampuan fotosintesis hanya dimiliki oleh organisme autotrof yaitu organisme yang memiliki pigmen yang akan menggunakan energi cahaya untuk menghasilkan senyawa organik (makanan). Fotosintesis didefinisikan sebagai reaksi pembentukan zat makanan yang dibantu dengan energi cahaya (photon= cahaya; synthetic= pembentukan/ produksi).

Reaksi fotosintesis melibatkan banyak faktor yang juga berpengaruh pada kecepatan jika konsentrasi atau kondisinya berbeda. Berikut hal – hal yang mampu mempengaruhi laju fotosintesis.

1. KLOROFIL

Reaksi fotosintesis hanya dapat berlangsung pada organisme yanng memiliki klorofil.

Klorofil merupakan pigmen hijau daun yang mampu menangkap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia untuk menghasilkan glukosa dari senyawa anorganik di lingkungan. Klorofil hanya dimiliki oleh kelompok tumbuhan dan alga. Oleh karena itu, organisme yang memiliki klorofil mampu melakukan reaksi fotosintesis. Pada tumbuhan, klorofil terdapat paling banyak di daun. Warna hijau daun disebabkan dari pigmen ini. Pada daun yang tua, akan mengalami perubahan warna menjadi cokelat atau kuning. Hal ini menandakan bahwa konsentrasi klorofil di daun tersebut telah berkurang. Dengan demikian, proses fotosintesis pada daun tersebut akan sangat sedikit atau bahkan tidak terjadi. Oleh karena itu, konsentrasi klorofil akan mempengaruhi reaksi fotosintesis pada tumbuhan.

Baca Juga:  Ciri & Klasifikasi Kingdom Plantae (Lengkap)

2. CAHAYA

Cahaya merupakan energi yang memiliki frekuensi. Sumber cahaya yang paling besar ialah matahari, tumbuhan menggunakan energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia untuk menghasilkan glukosa. Komponen penangkap cahaya di dalam tumbuhan (pigmen) memiliki frekuensi cahaya tertentu yang dapat digunakan untuk melakukan reaksi fotosintesis (panjang gelombang 680nm dan 700nm). Denga demikian, fotosintesis dapat terjadi dengan mengggunakan sumber cahaya lain dengan catatan memiliki panjang gelombang yang sesuai. Cahaya yang dipancarkan lilin tentu sangat rendah, sehingga tidak dapat untuk melangsungkan fotosintesis. Ketika mendung, dimana cahaya matahari tertutup awan sehingga akan mengurangi laju fotosintesis. Dengan demikian, laju fotosintesis akan dipengaruhi oleh cahaya.

3. KARBONDIOKSIDA

Karbondioksida diperlukan sebagai prekursor glukosa dalam reaksi gelap fotosintesis. Sumber karbondioksida diperoleh dari lingkungan. Gas karbondioksida masuk ke dalam tubuh tumbuhan melalui stomata di bawah permukaan daun. Konsentrasi karbondioksida dalam tubuh tumbuhan akan mempengaruhi laju fotosintesis. Karbondioksida akan diikat oleh senyawa RuBP di dalam kloroplas untuk menjadi senyawa organik lain yang akan menjadi glukosa. Konsentrasi karbondioksida yang rendah akan menurunkan laju fotosintesis.

Baca Juga:  Pengertian Ide Pokok Paragraf & Contoh Lengkap

4. OKSIGEN

Dua puluh satu persen (21%) konsentrasi udara adalah oksigen. Gas oksigen merupakan produk samping dari reaksi fotosintesis yang akan dikeluarkan oleh tubuh tumbuhan melalui stomata dan sangat dibutuhkan bagi organisme aerob untuk bernapas. Konsentrasi oksigen mampu mempengaruhi laju fotosintesis pada tumbuhan. Diketahui bahwa, oksigen mampu berikatan kuat dengan rubp dibanding karbondioksida. Dengan kata lain, oksigen adalah inhibitor (penghambat) ikatan antara karbondioksida dengan rubp. Hal ini terjadi jika konsentrasi oksigen lebih tinggi dibanding konsentrasi karbonsioksida. Sehingga jika kondisi ini terjadi maka proses fotosintesis akan terganggu dan akan memicu terjadinya fotorespirasi. Beberapa tumbuhan mengadakan adaptasi untuk mengurangi terjadinya fotorespirasi. Seperti pada kelompok tumbuhan C4 yang akan mengikat sebanyak – banyaknya karbondioksida dengan senyawa organik PEP yang mana tidak berikatan dengan oksigen.

5. AIR

Air merupakan prekursor lain fotosintesis yang berperan dalam reaksi terang yaitu reaksi menghasilkan energi kimia. Dalam reaksi terang atau reaksi hills, air akan dipecah dengan bantuan energi cahaya (fotolisis air) menjadi ion hidrogen, oksigen. Elektron dari pemecahan air ini akan digunakan sebagai donor elektron untuk menutupi kekosongan elektron pada pusat reaksi (komponen antena) yang tereksitasi akibat menerima energi cahaya. Yang perlu digarisbawahi ialah, air terlibat dalam reaksi terang fotosintesis yang akan menghasilkan energi kimia untuk digunakan dalam reaksi gelap dalam pembentukan glukosa. Sehingga, apabila konsentrasi air menurun atau kekurangan dapat menyebabkan penurunan laju fotosintesis yang dapat berdampak pada kematian tumbuhan jika tidak segera ditindak lanjuti. Tumbuhan di daerah kering mampu mengadakan adaptasi terhadap wilayah miskin air dengan struktur tubuh yang mampu menyimpan air dan mencari air dalam wilayah yang sangat luas.

Baca Juga:  Definisi, Ciri, & Contoh Kalimat Tanya (Lengkap)

6. SUHU

Pengaruh suhu terhadap laju fotosintesis cukup signifikan. Enzim – enzim dalam reaksi fotosintesis memiliki suhu optimum untuk membantuk reaksi fotosintesis (sekitar 37°C). Seperti halnya sifat enzim yang termolabil, maka akan terpegaruh dengan perubahan suhu. Enzim akan tidak aktif (inaktif) jika suhu terlalu rendah, begitu sebaliknya jika suhu terlalu tinggi akan merusak enzim. Dengan demikian, suhu akan mempengaruhi laju fotosintesis.

7. NUTRISI

Nutrisi atau unsur hara diperlukan oleh tumbuhan untuk membangun tubuh. Kekurangan unsur hara tertentu yang berkaitan dengan struktur klorofil dapat berpengaruh pada laju fotosintesis. Klorosis adalah gejala hipopegmentasizat hijau daun yang dapat diakibatkan oleh defisiensi unsur hara seperti magnesium (Mg), nitrogen (N), kalium (K), dan phospor (P). Gejala klorosis dapat ditandai dengan menguningnya daun yang masih muda. Akibatnya laju fotosintesis akan terganggu.