25 Contoh dan Penjelasan Majas Sinisme

25 Contoh dan Penjelasan Majas Sinisme – Majas sinime merupakan gaya bahasa yang mengungkapkan tentang suatu peryataan yang bertujuan untuk menyindir sesuatu yang telah dilakukan oleh sesorang. Majas sinisme secara definitif merupakan kebalikan dari majas ironi. Jika majas ironi mengungkapkan gaya bahasa dengan sindiran berupa kata-kata yang berlawanan dan bersifat halus, maka majas sinisme merupakan ungkapan gaya bahasa berupa sindiran yang bersifat terang-terangan. Berikut beberapa contoh penggunaan majas sinisme dalam kalimat!

1. Kalian berasal dari latar belakang keluarga yang baik, tak sepantasnya kalian melakukan perbuatan yang rendah semacam itu.
2. Seenaknya saja dia berbuat begitu kepadaku, memangnya selama ini siapa yang telah membantunya dalam setiap masalah-masalahnya?
3. Kau ini pelit sekali, padahal selama ini kau selalu meminjam uang kepadaku.
4. Apa kau tidak merasa malu? Selama ini dia lah yang mengurusimu hingga kamu bisa seperti ini, teganya kau mencampakkannya.
5. Kau ini memang bodoh, sudah kubilang untuk tidak bergaul dengannya, sekarang kau rasakan akibat perbuatanmu.
6. Mekipun aku mendapatkan nilai 6,5 di ulangan harian Bahasa Indonesia, namun aku bangga akan hal itu. Dibandingkan dirimu yang mendapatkan nilai 8 dari hasil mencontek.
7. Postur tubuhmu tinggi dan besar. Wajahmu juga menyeramkan, tapi kenapa kau memiliki kepribadian pengecut?
8. Bisa kau kembalikan uang yang kupinjamkan? Apa kau tidak punya rasa malu? Kau meminjam uangku sudah sangat lama.
9. Kenapa dia bisa berubah menjadi brutal begitu? Sebenarnya apa yang merasuki pikirannya hingga dia seperti itu?
10. Dia memang sempurna di mata manusia. Selain tampan, kaya, dan pintar, dia juga berasal dari keluarga baik-baik, namun sayangnya saat ini ia terjerumus ke dalam pengaruh minuman keras, narkoba, dan obat-obatan terlarang.

Baca Juga:  Pengertian Esai, Struktur, dan Contoh Esai yang Baik dalam Bahasa Indonesia


11. Aku bisa gila kalau kau terus-terusan berbuat kekanak-kanakan seperti ini.
12. Sudah kubilang agar engkau berhenti merokok, lihatlah kondisi kesehatanmu yang semakin memburuk akibat perbuatanmu sendiri!
13. Kapan kau akan berhasil kalau kau terus-terusan bermalas-malasan seperti ini?
14. Apa dia tak memiliki hati dan perasaan? Kemana saja selama ini dia pergi? Teganya meninggalkan istri dan anak-anaknya.
15. Badanmu bau sekali, kenapa kau susah sekali kalau disuruh mandi?
16. Belajarlah! Bagaimana kamu bisa lulus ujian kalau kerjamu hanya bermain game online saja?
17. Sudahlah, aku taka akan tertipu lagi olehmu. Kamu hanya besar mulut dan seorang pendusta.
18. Pemerintah dinilai sangat lamban dalam mengurusi hak-hak orang miskin dan anak terlantar. Bukankah Undang-undang telah mengatur tentang pemeliharaan oarng miskin dan anak terlantar yang akan dipelihara oleh negara?
19. Kenaikan harga BBM untuk menstabilkan nilai tukar ruiah terhadap dolar merupakan jalan pintas yang dilakukan pemerintah, kebijakan ini bukanlah kabar baik untuk rakyat miskin.
20. Bagaimana orang lain akan mempercayaimu kalau engkau selalu berbohong untuk kepentinganmu?
21. Media cetak lokal yang bernama mata elang post itu sebagian besar hanya memuat berita politik advertorial dan iklan produk saja, tak ada berita yang berimbang di dalamnya.
22. Engkau tak akan bisa menjadi seorang jurnalis yang handal kalau kerjamu hanya memeras nara sumber yang terlibat suatu kesalahan tertentu. Jadilah jurnalis yang baik dan profesional!
23. Pantas saja sampai sekarang belum ada yang meminangmu, kelakuanmu sama seperti berandalan jalanan, padahal kamu ini wanita.
24. Rapikan tempat tidurmu nak! berantakan sekali seperti tidak ada manusia yang membereskannya.
25. Kau ini seorang guru, tak pantaslah engkau berlaku tidak sopan di depan murid-muridmu. Bagaimana kalau mereka meniru apa yang telah kau lakukan?

Baca Juga:  Pengertian dan 20 Contoh Majas Simbolik

Pada contoh kalimat 1 menyatakan bahwa ungkapan sindiran yang disampaikan secara terang-terangan berupa peryataan “tak sepantasnya kalian melakukan perbuatan yang rendah semacam itu”. Pernyataan disampaikan dengan sebenarnya dan bukan berlawanan dengan yang ingin diutarakan. Hal ini merupakan ungkapan sindiran dengan bentuk kata-kata yang disampaikan secara eksplisit yang merupakan katrakteristik majas sinisme.