20 Contoh Kalimat Tidak Langsung, Ciri, & Pengertiannya

20 Contoh Kalimat Tidak Langsung, Ciri, & Pengertiannya – Bahasa Indonesia memiliki dua jenis kalimat tertulis jika dilihat dari cara penyampaiannya. Kalimat-kalimat tersebut adalah kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Apakah yang dimaksud dengan kalimat tidak langsung tersebut? Nah, artikel kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai kalimat tidak langsung.

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang berasal atau diambil dari ujaran, perkataan orang lain yang disampaikan kembali dengan bahasa yang berbeda. Hal ini tidak sama dengan kalimat langsung yang disampaikan apa adanya dan tanpa diubah sedikitpun. Kalimat tidak langsung ini memiliki tujuan yang sama dengan kalimat langsung yaitu menyampaikan informasi dari sang pembicara, tetapi disampaikan kembali dengan bahasa sendiri atau bahasa si penulis.

Perhatikan contoh berikut ini”

Ibu berkata, “Setelah pulang sekolah kamu harus segera kembali ke rumah!”

Ibu berkata kepadaku bahwa setelah pulang sekolah aku harus segera kembali ke rumah.

Kedua kalimat tersebut sama-sama berfungsi menyampaikan informasi atau perkataan dari ibu, yaitu segera pulang ke rumah setelah pulang ke sekolah. Namun, kalimat pertama merupakan kalimat langsung karena disampaikan persis seperti apa yang dikatakan oleh ibu.

Baca Juga:  Fungsi Saluran Eustachius, Gendang Telinga, Koklea, Daun Telinga, & Rumah Siput

Sedangkan, kalimat kedua merupakan kalimat tidak langsung karena disampaikan dengan bahasa sang penulisnya sendiri.

Bentuk Kalimat Tidak Langsung

Perhatikan bentuk kalimat di bawah ini!

Ayah berkata bahwa aku harus rajin belajar supaya pintar.

Kalimat di atas merupakan kalimat tidak langsung yang menyampaikan perkataan ayah yang menyuruh Aku untuk rajin belajar

Kita masih bisa melihat apa bentuk perkataan asli atau kalimat langsung dari kalimat di atas. Caranya adalah sebagai berikut:

Hilangkan kata bahwa, dang anti subjek atau kata ganti orang pertama menjadi kata ganti orang kedua, kemudian pisahkan kalimat pengantarnya.

Contoh:
Ayah berkata, “Kamu harus rajin belajar supaya pintar.”

Ciri Kalimat tidak langsung

Berdasarkan pengertian dan contoh kalimat tidak langsung di atas, kita bisa menemukan ciri-ciri kalimat tidak langsung. Suatu kalimat dapat dikatakan kalimat tidak langsung jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:

1. Kalimat tidak langsung tidak menggunakan tanda petik.
2. Kalimat tidak langsung dibacakan dengan intonasi yang sama atau cenderung datar.
3. Kalimat tidak langsung selalu menggunakan konjungsi bahwa.

Baca Juga:  2 Contoh Riwayat Hidup dalam Bahasa Inggris

Ada beberapa perubahan di dalam kalimat tidak langsung, diantaranya adalah:

1. Kata ganti orang pertama pada kalimat langsung: aku, saya
Menjadi kata ganti orang ketiga: dia, atau nama si pembicara.

2. Kata ganti orang kedua pada kalimat langsung: Anda, kamu
Menjadi kata ganti orang pertama: saya, aku, atau nama orang.

Contoh Kalimat Tidak Langsung

1. Ayah berkata bahwa hari ini kami akan mengunjungi nenek yang sedang sakit.
2. Ibu berkata bahwa hari ini ibu akan memasak sayur asam.
3. Andi berkata bahwa dia akan pergi ke Jakarta bersama Agus akhir bulan ini.
4. Kakak berkata bahwa dia sangat menyayangi diriku lebih dari siapapun di dunia ini.
5. Paman berkata bahwa dia akan mengunjungi rumah kami pada hari minggu.
6. Nenek berpesan kepadaku bahwa aku harus rajin dalam beribadah dan patuh kepada orang tua.
7. Bapak kepala sekolah berpesan kepada kami bahwa kami harus rajin belajar sebelum menghadapi ulangan akhir sekolah.
8. Dokter berpesan kepadaku bahwa aku harus cukup istirahat dan makan-makanan bergizi.
9. Ranti berpesan kepada Budi bahwa dia jangan datang terlambat datang ke sekolah besok.
10. Kakak berpesan kepada aku bahwa aku harus pulang sekolah tepat waktu.
11. Ibu berpesan bahwa aku jangan terlambat makan siangg agar tidak sakit.
12. Ayah menyuruhku untuk mengambil buku merahnya di atas meja.
13. Andi meminta kakakya untuk dibelikan sepeda baru sebagai hadiah ulang tahun dirinya.
14. Ranti menyuruh Budi untuk diam dan jangan mengganggu orang lain selama pelajran berlangsung.
15. Riki mengumumkan kepada teman-temannya bahwa dia akan mengadakan pesta di rumahnya.
16. Ibu kepala sekolah mengumumkan bahwa besok semua murid belajar di rumah.
17. Ayah mengumumkan bahwa kami akan pergi berlibur ke Bandung pada liburan kali ini.
18. Andi bertanya kepadaku bahwa apakah aku akan datang ke pesta Budi malam ini.
19. Kakak bertanya kepadaku bahwa apakah ibu memasak nasi goreng hari ini.
20. Adik berkata bahwa apakah aku akan membawanya pergi main sore ini.

Baca Juga:  Pengertian, Struktur, & Fungsi Sistem Rangka Manusia