13 Alat Manusia Purba di Zaman Batu dan Penjelasan Lengkap

13 Alat Manusia Purba di Zaman Batu dan Penjelasan Lengkap – Masa ini disebut zaman batu karena pada masa ini manusia purba menggunakan alat – alat yang sebagian besar terbuat dari batu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Alat – alat tersebut dibuat masih sangat kasar dengan cara memukul – mukulkannya dengan batu yang lebih besar untuk diambil serpihannya.

Alat – alat ini sebagian ditemukan di dalam perut bumi dengan cara digali oleh para ahli. Nah, berikut ini adalah macam – macam alat manusia purba pada zaman batu:

1. Kapak Perimbas

Kapak perimbas adalah alat yang berbentuk kapak, tetapi dengan bentuk yang lebih kecil dari ukuran kapak pada saat ini. Benda ini digunakan untuk, memahat, merimbas kayu, dan tulang untuk dijadikan senjata. Alat ini digunakan oleh manusia Pithecanthropus dan banyak sekali ditemukan di daerah Pactitan, Jawa Tengah oleh Ralp Von Koenigswald, sehingga disebut juga dengan alat peninggalan kebudayaan Pacitan.

Selain di temukan di Pacitan, ternyata alat ini juga ditemukan di daerah Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), lahat, (Sumatra selatan), dan Goa Choukoutieen di Beijing.

2. Kapak Genggam

Benda ini disebut juga dengan Chopper, memiliki bentuk yang sama seperti kapak, tetapi tidak memilik pegangan. Cara menggunakan benda ini adalah dengan digenggam. Kapak genggam terbuat dari batu yang salah satu sisinya diasah hingga menjadi tajam, sedangkan sisi lainya tidak diasah untuk dijadikan tempat genggaman.

Baca Juga:  Fakta-Fakta Sosial Perilaku Menyimpang

Alat ini digunakan untuk menguliti dan memotong hewan buruan dan juga digunakan sebagai alat penggali tanah dalam mencari umbi – umbian. Kapak genggam ini banyak ditemukan di daerah Pacitan.

3. Flakes

Flakes adalah peralatan yang berukuran kecil dan terbuat dari batu Chalcedon. Alat ini merupakan hasil dari kebudayaan Ngandong, kebudayaan yang alat – alatnya terbuat dari tulang hewan. Flakes digunakan untuk mengupas makanan. Selain itu, alat ini juga dimanfaatkan sebagai alat untuk berburu binatang, menangkap ikan, dan mengumpulkan ubi dan buah-buahan.

4. Peralatan dari tulang binatang atau tanduk rusa

Selain dari batu, alat peninggalan manusia purba juga ditemukan ada yang terbuat dari tulang binatang dan tanduk rusa. Alat – alat ini digunakan oleh manusia purba pada masa paleolithikum yang menghasilkan kebudayaan Ngandong.

Pada umumnya, alat – alat yang terbuat dari tulang ini merupakan alat – alat penusuk (belati), seperti mata panah dan ujung tombak yang bergerigi. Alat – alat ini berfungsi sebagai alat pengorek ubi di dalam tanah, berburu dan menangkap ikan.

Baca Juga:  Definisi dan Contoh Surat Pernyataan Diri

5. Pebble

Pebble disebut juga dengan kapak genggam sumatera. Alat ini digunakan oleh manusia purba pada zaman mesolitikum dan dimanfatkan sebagai alat untuk memotong. Pabbel ditemukan oleh Dr. P.V. Van Stein Callenfels yang melakukan penelitian di bukit kerang pada tahun 1925.

Alat ini terbuat dari batu kali yang dipecah – pecah menjadi pipihan – pipihan kecil yang tajam pada bagian ujungnya.

6. Hachecour (kapak pendek)

Hachecour atau disebut dengan kapak pendek merupakan alat yang dipergunakan oleh manusia purba pada masa mesolitikum. Kapak ini berbentuk setengah lingkaran yang lebih pendek daripada bentuk kapak saat ini. Hachecour juga ditemukan di tumpukan bukit kerang oleh Dr. P.V. Van Stein Callenfels pada tahun 1925.

7. Pipisan

Selain kapak, pipisan juga ditemukan di dalam bukit – bukit kerang. Pipisan adalah batu – batuan penggiling beserta landasannya. Benda ini dimanfaatkan untuk menghaluskan makanan dan juga dipergunakan untuk menghaluskan cat merah yang terbuat dari tanah merah. Mereka menggunakan cat merah untuk kepentingan religius dan juga untuk ilmu sihir.

8. Menhir

Menhir yaitu bangunan yang terbuat dari batu untuk pemujaan kepada roh – roh nenek moyang. Bangunan ini ada yang dibentuk tunggal da nada pula yang dibentuk berkelompok, seperti punden berundak – undak.

Baca Juga:  Pengertian Karangan Eksposisi, Ciri, & Contoh Karangan Eksposisi tentang Pendidikan

9. Punden Berundak-undak

Punden berundak-undak adalah sebuah bangunan yang terbuat dari batu dan disusun bertingkat-tingkat. Bangunan ini digunakan untuk tempat pemujaan bagi roh – roh nenek moyang.

10. Dolmen

Dolmen adalah meja yang terbuat dari batu yang digunakan untuk meletakkan sesaji untuk pemujaan kepada roh leluhur. Di bagian bawah dolmen biasanya digunakan untuk meletakkan mayat, sehingga mayat tidak dimakan oleh binatang liar.

11. Sarkofagus

Sarkofagus merupakan peti mayat atau keranda yang dibuat dari batu. Bentuk sarkofagus menyerupai lesung yang diberi tutup. Di dalam Sarkofagus ditemukan mayat beserta bekal kubur mereka, seperti periuk, kapak persegi, perhiasan dan benda-benda yang dibuat dari dari perunggu dan besi.

12. Waruga

Waruga merupakan peti kubur pada zaman megalitikum. Di dalam waruga ditemukan bermacam – macam benda yang berupa tulang- tulang, dan gigi manusia, periuk dari tanah liat, benda- benda yang terbuat dari logam, seperti pedang, dan tombak, dan perhiasan.

13. Arca batu

Arca/patung-patung dibuat dari batu – batu yang dibentuk menyerupai binatang atau manusia. Benda ini digunakan untuk keperluan upacara keagamaan pada zaman megalitikum.

    1. filia sanjaya September 1, 2016
    2. dea September 19, 2016
    3. syhin October 11, 2016

    Add Your Comment