10 Metode Pemisahan Campuran & Uraian Lengkap

10 Metode Pemisahan Campuran & Uraian Lengkap – Dalam kehidupan sehari-hari kita pernah melakukan aktivitas penyaringan. Contoh yang paling sederhana adalah pada saat kita hendak menyeduh teh dengan memisahkan daun teh yang sebelumnya tercampur oleh air. Teh yang telah terlarut bersama air disaring untuk memisahkan antara air teh dengan ampas daun teh tersebut. Teknik penyaringan ini merupakan salah satu cara untuk memisahkan campuran suatu materi. Agar lebih mudah untuk memahami metode pemisahan campuran, maka perhatikanlah penjelasan yang berada di bawah ini.

A. Metode-Metode Pemisahan Campuran Materi

Pemisahan suatu campuran materi dapat dilakukan berdasarkan jenis dan ukuran materi sebelumnya. Adapun cara atau metode yang dapat dilakukan untuk memisahkan campuran materi ini adalah sebagai berikut :

1. Metode Pemisahan Campuran secara Dekantasi

Metode ini pada umumnya sering sekali dilakukan oleh setiap orang, karena terbilang metode yang sangat sederhana. Metode dekantasi berfungsi untuk memisahkan beberapa zat padat dari larutannya. Misalnya ketika kita hendak memisahkan pati singkong dengan campurannya. Agar lebih mudah untuk memisahkan dengan campuran tersebut, diamkanlah beberapa saat supaya terjadi endapan sehingga memudahkan proses pemisahan materi.

2. Metode Pemisahan Campuran secara Filtrasi (Penyaringan)

Campuran zat yang memiliki jenis dan ukuran yang berbeda dapat dipisahkan dengan cara filtrasi (penyaringan). Penerapannya dapat menggunakan materi berupa serutan kelapa yang kasar untuk diambil santannya. Agar mudah untuk mengambil santan tersebut, maka dapat dilakukan dengan metode filtrasi menggunakan alat atau media berupa saringan sebagai pendukungnya. Dengan demikian residu atau ampas dapat terpisah dengan materi lainnya. Contoh lainnya untuk proses filtrasi ini adalah pemisahan pasir halus dengan batu-batu kecil. Hasil materi dari proses penyaringan ini ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut :

Baca Juga:  Pembahasan Tenaga Endogen dan Eksogen Lengkap

– ukuran partikel yang ingin di saring .
– Jenis zat yang akan di pisahkan dengan materi lain
– Kerapatan lubang alat penyaring

3. Metode Pemisahan Campuran secara Distilasi (Penyulingan)

Metode pemisahan campuran secara distilasi atau penyulingan merupakan suatu cara untuk memisahkan campuran zat agar menjadi zat yang lebih memiliki nilai manfaat. Penyulingan hanya terjadi jika antar zat memiliki titik didih campuran yang berbeda. Pada proses penyulingan dilakukan dengan cara menguapkan dan mengembunkan kembali zat tersebut, sehingga hasil dari pengembunan itu diperoleh cairan murni zat aslinya.

Metode penyulingan diterapkan pada proses pembuatan minyak kayu putih untuk memisahkan antara daun dan kayu dari tumbuhan tersebut, sehingga dapat menghasilkan zat yang dapat dimanfaatkan. Penyulingan tidak hanya dilakukan untuk pembuatan minyak kayu putih saja, melainkan pada proses pengolahan minyak bumi juga diperlukan metode distilasi.

4. Metode Pemisahan Campuran secara Sublimasi

Pemisahan campuran secara sublimasi dilakukan dengan menguapkan wujud zat padat tanpa melalui proses pencairan terlebih dahulu. Sublimasi hanya digunakan untuk perubahan zat dengan cara menyublim pada satu zat saja, sedangkan zat pendukung lainnya akan terpisahkan dengan sendirinya ketika proses sublimasi sedang berlangsung. Sebagai contohnya ialah pada teknik pembuatan kamper atau kapur barus. Zat ini jika terbiarkan di udara bebas lama-kelamaan akan mengecil, karena terjadinya perubahan wujud zat dari padat menjadi wujud zat berupa gas.

Baca Juga:  Pengertian & Metagenesis Tumbuhan Lumut Beserta Gambarnya

5. Metode Pemisahan Campuran secara Evaporasi (Penguapan)

Evaporasi atau penguapan ini merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk memisahkan campuran dari yang bersifat cair menjadi kristal-kristal berupa garam. Metode ini diterapkan pada proses pembuatan garam dengan memanfaatkan air laut memalui cara penguapan. Air laut yang sudah dialirkan ditempat tambak garam tersebut, didiamkan beberapa lama agar kotoran mengendap. Setelah terjadinya pengendapan air laut yang sudah bersih, selanjutnya diteruskan ke tempat penguapan khusus dengan bantuan energi panas melalui matahari. Sehingga setelah melalui beberapa tahapan air laut tersebut terbentuklah garam dengan tambahan Kalium iodat yang menjadikan garam tersebut mengandung yodium.

6. Metode Pemisahan Campuran secara Kromatografi

Metode kromatografi ini biasanya dilakukan untuk membuat zat warna alami yang akan dicampurkan pada makanan. Zat warna dapat diperoleh dari kunyit, daun suji, wortel, dan sebagainya. Dengan memanfaatkan cara kromatografi campuran antara ampas dan sari-sari air yang berwarna dapat terpisahkan. Zat warna ini akan terlarut bersama alkohol, sehingga ketika penyaringan penguapan akan terjadi sampai hanya tersisa zat warnanya saja.

7. Metode Pemisahan Campuran secara Sentrifugasi (Pemusingan)

Sentrifugasi atau pemusingan merupakan metode pemisahan campuran wujud zat padat dengan padat atau wujud zat padat dengan wujud zat cair. Proses ini dilakukan dengan cara memutar dengan cepat, sehingga dapat terpisahkan antara partikel yang besar dari partikel zat lainnya. Metode ini biasanya dilakukan oleh para petani ketika panen padi untuk memisahkan antara padi yang memiliki isi dan padi yang tidak berisi agar terpisahkan dari kotoran. Selain itu juga proses ini dapat terjadi pada trombosit dari darah.

Baca Juga:  Contoh RPP Bahasa Indonesia Kelas 4 Semester 2

8. Metode Pemisahan Campuran dengan Corong Pisah

Cara pemisahan campuran dengan corong pisah hanya dapat dilakukan untuk wujud zat cair yang tidak memiliki sifat kelarutan. Misalnya saja ketika air dan minyak dimasukkan ke dalam sebuah botol dengan menggunakan corong pisah, maka beberapa menit kemudian akan nampak perbedaan diantara jenis zat tersebut. Massa jenis yang ringan akan menempati posisi di atas dan untuk massa jenis yang besar akan berada pada posisi bawah.

9. Metode Pemisahan Campuran dengan Kristalisasi

Kristalisasi merupakan suatu metode pemisahan campuran yang bertujuan untuk mendapatkan zat padat terlarut dalam suatu larutan. Metode ini dilakukan ketika hendak memisahkan ampas tebu dari larutannya, sehingga mengkristal dan terbentuklah gula pasir.

10. Metode Pemisahan Campuran dengan Amalgamasi

Amalgamasi adalah suatu pemisahan campuran zat dengan cara reaksi, seperti halnya pada pemisahan emas dari bijihnya. Dari hasil metode pemisahan campuran dengan cara tersebut, dapat terbentuk suatu produk berupa ikatan antara emas, perak, dan merkuri yang dinamakan dengan amalgam.

Sumber :
http://www.guruipa.com/2016/06/10-metode-cara-pemisahan-campuran-beserta-contohnya-lengkap.html

 

Baca Juga:

 

Materi Perpindahan Kalor & Kapasitas Kalor
Paragraf Silogisme – Pengertian, Pola, Jenis, dan Contoh
Paragraf Rumpang – Definisi & 8 Contoh Lengkap